Friday, January 30, 2009

PIM Dibangun, Trowulan Dirusak


Daerah Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, selama ini diyakini para arkeolog sebagai bekas Kerajaan Majapahit. Dua bulan lalu, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mencanangkan pembangunan Pusat Informasi Majapahit, PIM, di sana. Baru tahap awal pembangunannya, proyek PIM sudah menuai protes dan keprihatinan. Pasalnya, situs Trowulan justu rusak akibat pembangunan PIM. Mega proyek senilai 200 miliar rupiah ini akhirnya dihentikan pembangunannya demi menghindari pengrusakan lebih parah. Kontributor KBR68H Didi Syahputra mencari tahu kisruh di balik pembangunan Pusat Informasi Majapahit.

Tanah seluas dua kali lapangan sepakbola di samping Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, rapat dipagar bambu, berdinding lembaran seng. Ada empat papan pengumuman dipasang mengelilingi lokasi. ‘Selain yang berkepentingan dilarang masuk’, begitu tertulis di sana.

Markaban menerobos masuk pagar, penasaran.

Di dalam pagar, terlihat puluhan lubang menganga dan gundukan tanah setinggi bahu orang dewasa. Semua bercampur dengan potongan batu bata kuno, serpihan keramik, tembikar serta batu andesit berukir warna hitam. Sebagian dari lubang menganga itu sudah berisi tiang pancang dari beton. Ini adalah lokasi pembangunan Pusat Informasi Majapahit. Tanah yang dibongkar adalah bumi Trowulan, bekas situs Kerajaan Majapahit.

Audio: ( Saya ngenes ( trenyuh ) gitu lo. Mestinya kalo sudah dilakukan kajian lagi, diteliti, proyek kan harus tunggu dulu. Andai saja proyek tidak dilanjutkan pada tanggal 5 itu, mungkin tidak separah ini )

3 November 2008, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik hadir di lokasi, meletakkan batu pertama. Pembangunan Pusat Informasi Majapahit segera dimulai. Jero Wacik berucap, ini adalah proyek pemerintah pusat yang bertujuan menyatukan situs-situs peninggalan ibukota Majapahit. Konsep yang dipilih adalah ‘taman terpadu’, demi menyelamatkan benda cagar budaya dari kerusakan. Kelak, diharapkan turis lokal dan asing bakal berdatangan.

Sayangnya, proyek pembangunan justru memakan korban situs itu sendiri. Tanah digali secara sembrono, sehingga peninggalan dari berabad silam malah jadi korban vandalisme. Arkeolog dan pemerhati budaya berteriak, pembangunan Pusat Informasi Majapahit ini harus berhenti karena merusak situs bersejarah. Anam Anis, dari kelompok pemerhati budaya Majapahit ‘Gotrah Wilwatikta’.

Audio: ( Kerusakan itu kan nampak sekali. Semua orang melihat dan membahas tentang fakta itu dan rata rata sudah berkesimpulan bahwa saat itu telah terjadi kerusakan berat. Maka muncul usulan untuk relokasi dan rehabilitasi )

Pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan juga sangat tertutup. Tanpa Izin Mendirikan Bangunan IMB, megaproyek yang didanai APBN sebesar 200 miliar rupiah ini juga tak disertai pemasangan papan proyek. Padahal ini penting bagi publik untuk mengetahui apa yang terjadi di balik pagar. Ketua Komisi IV DPRD Mojokerto Ahmad Yazid Qohar menilai, pembangunan Pusat Informasi Majapahit sangat dipaksakan.

Audio: ( Sikap daerah ini hampir tidak ada sama sekali ya. Dari bidang regulasi itu hampir tidak ada, karena apa, karena sudah ditangani BP3 yang itu merupakan urusan Pusat. Nah… ketika penggalian PIM ini, nggak ada IMB-nya, nggak ada izin prinsipnya, itu bisa terus jalan. Alasan mereka, kita hanya melayani dari pemerintah pusat saja. Nah ini kan sama sekali tidak memiliki sense of belonging terhadap keberadaan situs situs berharga di Kabupaten Mojokerto )

Pimpinan proyek pembangunan Taman Majaphit, Aris Soviyani, kini sudah dimutasi. Ia bersikeras, tak ada pelanggaran UU Cagar Budaya dari pembangunan Pusat Informasi Majapahit. Penggalian fondasi pun dilakukan dengan memperhatikan kaidah arkeologi, kata Aris. Ia mengakui ada bagian situs yang rusak, tapi menurut Aris, itu bukan bagian penting.

Karena itu, bagi Aris, proyek ini mesti jalan terus. Menurut rencana, Pusat Informasi Majapahit akan diresmikan Presiden Yudhoyono menjelang Pemilu 2009. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik membantah. Kata dia, di atas kertas, PIM akan selesai pada 2012.
Audio: ( Tahun ini 2009, anggaran kita untuk mendanai proyek itu, Taman Majapahit itu 3 milyar. Harapan saya, kalau ini lancar tahun 2010 ditambah lagi barangkali sekitar 10 milyar. Kalau sudah mulai kelihatan bentuknya, kan orang sudah mulai percaya kalau kita akan membuat sesuatu, 2011 kita tambah lagi 10 milyar lagi. Jadi kira kira tahun 2012 bisa selesai. Jadi kalau dikatakan untuk ngejar Pemilu yang pasti enggak lah ya, karena uangnya saja nggak ada. Bagaimana ngejar Pemilu ??? )

Terlepas dari soal itu, pembangunan Pusat Informasi Majapahit membuat berang arkeolog karena telah terjadi perusakan situs purbakala yang tak ternilai. Pembangunan PIM pun dihentikan sementara demi menghindari pro-kontra. Pemerintah juga mengakui, telah terjadi kekeliruan dan kecerobohan dalam proses penggalian, sehingga ada situs bersejarah yang rusak.

Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden Bambang Gambiro mengatakan, pilihan mengerucut ke dua hal. Pertama, mendesain ulang Pusat Informasi Majapahit, yaitu tanpa fondasi sehingga tidak merusak situs. Kedua, memindahkan proyek ini ke tempat lain, sekaligus melengkapi perizinan pengerjaan proyek.

Keputusan akhirnya adalah menghentikan pembangunan PIM, Pusat Informasi Majapahit.

Audio: ( Keputusannya kan dihentikan sekarang ini. Dihentikan sementara untuk melihat perlu tidaknya relokasi itu. Kan perlu dikaji. Makanya kalo nanti mau merelokasi atau apapun istilahnya, setelah review ya harus semua prosedur itu dipenuhi, ada amdalnya ada IMB-nya. Prosedur itukan normal. Dikaji ulang secara perlahan lahan ya to ?, mengikuti prosedur pembangunan yang benar. Kan ada prosedurnya … bagaimana begitu ).

Untuk relokasi, sudah ada sejumlah tawaran lokasi baru. Lucky Ranuwijaya, pemerhati budaya Majapahit dari Sanggar Lung Ayu Jombang mengatakan, Pusat Informasi Majapahit tidak harus didirikan persis di atas situs Trowulan. Apalagi, wilayah Kerajaan Majapahit terbentang luas, dari Mojokerto hingga Jombang.

Audio: ( Kenapa harus dipaksakan di Trowulan. Sementara dari batas kewilayahan ibukota Majapahit itu kan mencapai 9 kali 11 kilometer persegi. Bahwa wilayah Majapait itu masih sangat banyak yang diluar Trowulan, dan itu bisa didirikan Pusat Informasi Majapahit. Jadi tidak harus didirikan di Trowulan. Berdasarkan eskavasi penggalian yang dulu dilakukan oleh Bang Rangkuti dari Yogya, menunjukkan bahwa di Jombang sendiri ada sekitar 24 desa yang masuk dalam wilayah ibukota kerajaan Majapahit. Kenapa ha itu tidak menjadi acuan ??? )

Tapi Direktur Peninggalan Purbakala Suroso berpendapat lain. Pusat Informasi Trowulan tidak ada artinya jika tidak dibangun di Trowulan. Kata Suroso, Majapahit adalah Trowulan, bukan tempat lain.

Karena itu ia meminta masyarakat tak khawatir berlebihan dengan pembangunan PIM. Penggalian, kata Suroso, tidak akan lebih dari 50 sentimeter di bawah permukaan rumput agar lapisan masa silam itu terkuak. Kelak, di atas tanah akan dibangun replika dari bekas kerajaan yang selama ini terkubur. Batu bata kuno yang diangkat, sebagian telah disusun rapi. Kelak akan dirangkai membentuk pola fondasi bangunan, dinding, pelataran dan sisi luar sumur tua.

Kata Suroso, dengan begitu, setelah lebih dari 5 abad terkubur, sisa-sisa ibukota Kerajaan Majapahit bisa dinikmati masyarakat luas.
Audio: ( Situsnya itu kita buka, kemudian kita tutup, seperti hanggar gitu ya ? ditudungi gitu. Kan nggak ada yang rusak, ditampakkan. Nanti diatasnya kita tutup pake kaca, sehingga orang bisa jalan sambil melihat itu ).

Tapi pemerintah pusat sudah memutuskan untuk merehabilitasi dan merelokasi pembangunan Pusat Informasi Majapahit. Sebelum kerusakan bertambah parah.

Pembangunan Pusat Informasi Majapahit yang diduga merusak situs purbakala kini mulai masuk ke wilayah polisi. Kepala Kepolisian Jawa Timur Herman Sumawireja mengatakan, penelusuran awal kasus ini menemukan terjadinya kesalahan teknis penggalian lokasi proyek sehingga terjadi kerusakan sejumlah situs penting.

Diperkirakan ada dua pasal yang dilanggar dari UU tentang Cagar Budaya, juga pasal 406 KUHP soal perusakan benda milik orang lain. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi masih membutuhkan keterangan dari saksi ahli seperti arkeolog untuk meneruskan penyelidikan.

Audio: ( Sekarang kita masih dalam tahap penyelidikan, sampai saat ini kita masih beum menemukan pelanggaran – pelanggaran pidananya. Kaarena menurut mereka juga pada waktu perencanaa itu juga melibatkan para arkeolog. Kan saksi ahlinya juga dari mereka, dari arkeolog, arkeolog mengatakan selama ini enggak selama ini sudah berunding sama kita kok. Laporan dari Polres sudah, kitajuga sudah turun , jadi selama ini masih belum kita temukan pelanggaran pidananya)

Penggalian sembrono di area situs Trowulan bagi para arkeolog dianggap sebagai penghinaan sejarah Anam Anis, dari kelompok pemerhati budaya Majapahit ‘Gotrah Wilwatikta’, mengatakan Trowulan punya arti yang sangat istimewa secara arkeologis. Situs ini adalah satu-satunya peningalan purbakala berbentuk kota, dari era kerajaan kuno antara abad 5 sampai 15 Masehi.

Peninggalan berwujud kota, tambah Anam, penting untuk mempelajari lanskap urban ratusan tahun silam. Ibaratnya begini, kata Anam. Jika Yunani punya Acropolis, Italia menyimpan reruntuhan Pompeii, sementara Kamboja bangga dengan Angkor dan Peru setia merawat Machu Picchu, Indonesia semestinya melestarikan Trowulan.

Karena itu, Anam dan kelompok Gotrah Wilwatikta mendukung upaya polisi menyelidiki kasus penggalian situs Trowulan.

Audio: ( Lha disinilah pentingnya pendekatan hukum cagar budaya. Sehingga semua bisa melihat bahwa pengrusakan situs itu masih merupakan pelanggaran yang harus ditindakanjuti. Mosok Majapahit kerajaan besar bekasnya dihancurkan awake dewe meneng wae mas ?. Struktur batu bata yang didalamnya itu macam macam mas, ada lantai ada saluran air. Lha … itu kalau dibuka, diungkap wooo…betapa hebatnya itu. Dan dari situ tentu kita akan dapat melihat bangsa kita dimasa lalu membuat rumah saja sudah memperhatikan lingkungan, sanitasi, pengaturan tata ruangnya sudah bagus… ).

Tapi jauh sebelum penggalian situs Trowulan, area ini sudah bopeng di sana sini. Data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menunjukkan, setiap tahun sekitar 6 hektar lahan situs Trowulan rusak. Warga setempat menggali tanah untuk membuat batu bata. Sembari menggali, warga juga berharap bisa menemukan benda-benda purbakala untuk dijual secara ilegal.

Arkeolog dari Universitas Indonesia Irmawati Johan mengatakan, pengrusakan situs Trowulan ini harus dihentikan, baik yang dilakukan Pusat Informasi Majapahit maupun warga dengan membuat batu bata. Menurut Irmawati, kerusakan akibat penggalian untuk membuat batu bata jauh lebih hebat dibandingkan pembuatan PIM. Sayangnya, tak pernah ada solusi maupun pencegahan.

Audio: (Penelitian terakhir Puslitbang Pariwisata dan Kebudayaan itu mengatakan, bahwa 1 tahun itu tanah 6 hektar tanah habis untuk digali. Jadi mas bisa bayangkan seperti apa kerusakan yang terjadi disini. Jadi memang kita berlomba, berlomba cepat harus berlomba cepat. Tapi balik lagi, biaya untuk peneltian seperti ini kan besar mas, besar sekali. Seperti contohnya ini ya, itu tanah yang didepan, itu milik orang kaya disini. Tanah itu dihabiskan. Dia mau buat batu bata, dia hancurkan permukaannya, pake buldoser mas, anda bisa bayangkan itu …… )

Ketua Komisi IV DPRD Mojokerto Ahmad Yazid Qohar mengatakan, kesadaran masyarakat Trowulan menjaga situs dan benda purbakala sebetulnya cukup tinggi. Namun, ini tak diimbangi dengan penghargaan setimpal dari pemerintah maupun Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, BP3, Jawa Timur. BP3 yang harusnya jadi benteng akhir pelestari benda purbakala, lebih banyak berfungsi sebagai petugas pencatat temuan bersejarah, bukannya melestarikan.

Audio: ( Jadi kalau mereka menemukan situs sebenarnya sudah lapor pada BP3, cuma oleh BP3 kemudian hanya didatangi, dicatat kadang hanya difoto, setelah itu 2-3 hari kemudian didatangi lagi diminta untuk dirapikan, nah… itupun tidak ada penghargaan sama sekali. Mereka hanya dikasih uang 20 atau 30 ribu untuk 2 atau 3 orang. Sehingga masyarakat akhirnya males. Jadi sebenarnya kepedulian masyarakat sudah ada, hanya kesungguhan baik dari BP3 dan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti temuan temuan masyarakat itu. Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang sadar pak)
Kini kesadaran baru tengah digalang, untuk bersama-sama mencegah pembangunan Pusat Informasi Majapahit yang merusak situs purbakala. Yang sudah merapatkan barisan diantaranya kelompok pemerhati budaya Majapahit, Gotrah Wilwatika, tim evaluasi pembangunan Pusat Informasi Majapahit serta sejumlah budayawan.

Arkeolog Agus Aris Munandar.

Audio: ( Para pendiri Majapahit itu sangat faham dengan lingkungan, sangat arif dengan lingkungan. Maka dipilihlah lokasi yang sangat baik diantara 2 sungai kecil kecil sumber air yang tidak pernah putus, Trowulan itu sampai saat ini meski dalam kondisi musim kering sekalipun tidak pernah kekurangan air. Tapi pada masa kemudian anak keturunannya itu ribut saja karena masalah internal, penataan jadi berantakan… )

Kini dinding sumur kuno, gerabah dan pelataran rumah kuno sudah teronggok jadi serpihan, bercampur dengan tanah liat. Di tempat lainnya, batu bata kuno ukuran besar berwarna kehitaman peninggalan zaman Majapahit, dibiarkan terserak begitu saja. Fondasi dari campuran batu kali dan semen berdiri di atas parit galian di situs bersejarah ini. Tiang-tiang beton juga sudah berdiri.

Budayawan Slamet Rahardjo.

Audio: ( Siapa yang nggak malu jadi orang Indonesia hari ini. Jadi orang Indonesia saat ini sangat malu. Seolah olah makhluk tanpa sejarah. Makhluk tanpa kejelasan sikap. Makhluk tanpa pola pikir. Segala macam kebebasan tanpa batas itu akan dimarai oleh budaya Budaya yang akan mengingatkan kita…….. )

[Didi Syahputra |KBR68H]


foto: commons.wikimedia.org

Thursday, January 29, 2009

Mesjid Bengkok, Cerita Kerukunan Muslim-Tionghoa

Kampung Kesawan adalah salah satu gambaran Kota Medan tempo dulu. Ada banyak bangunan tua dengan catatan sejarah pembauran multi etnis di kota ini. Salah satunya adalah Mesjid Bengkok, sebuah mesjid berbentuk rumah Cina yang dibangun oleh seorang Taipan Cina pula. Mesjid ini menjadi saksi dan symbol pembauran antara etnis Tionghoa dan etnis Melayu di Medan. Reporter KBR68H Regie Situmorang berkelana ke Mesjid Bengkok dan menulis cerita berikut.

Audio: Suasana Jalan Kesawan

Jalan Ahmad Yani di Kota Medan, Sumatera Utara, ini selalu ramai. Orang menyebutnya Jalan Kesawan, karena di abad 19, hamper seluruh area ini dimiliki oleh Datuk Mohammad Ali, yang populer dengan sapaan Datuk Kesawan. Ini adalah salah satu pusat niaga di jantung Kota Medan, dihiasi sejumlah bangunan kuno.

Salah satu bangunan yang menarik perhatian adalah bangunan berbentuk klenteng, tempat ibadah orang Tionghoa. Atapnya melengkung, dan di bagian gedung itu terdapat 4 buah tiang berdiameter setengah meter yang menopang seluruh bangunan. Di bagian atas tiang itu terdapat patung buah jeruk dan anggur, ciri khas rumah China.

Audio: Suasana sholat di masjid bengkok

Ini adalah sebuah mesjid, namanya Mesjid Lama atau Mesjid Gang Bengkok. Saya bertemu salah satu pengurus mesjid, Silmi Tanjung. Dia bercerita tentang sejarah mesjid ini.

Audio: Bentuk mesjid ini memang bentuknya seperti kelenteng, ada etnis Chinanya, terutama bagian atas. Terus ini juga bentuk stupa, ini seperti candi-candi. Sekilas, ini disebut orang sebagai kelenteng. Sehingga masjid ini memberikan kesan bahwa masjid ini bukan cuma orang islam, tapi juga etnis China atau Tionghoa. Tapi yang jelas ini adalah masjid, bukan kelenteng

Audio: Suasana sholat di masjid bengkok

Audio: Kenapa di namakan bengkok, karena dulu di depan masjid ini adalah sebuah gang, belum jalan. Nah, gang ini memang bengkok bentuknya, makanya dinamakanlah masjid Gang Bengkok. Tapi karena kendaraan semakin ramai, maka di buat jalan, nah inilah bengkoknya. Tapi masjid ini juga disebut sebagai masjid lama. Karena ini memang berdiri sejak dulu, ketika Sultan Deli, yaitu Sultan Makmun Al Rasyid naik tahta.

Mesjid ini juga menyimpan jejak Melayu pada arsitektur bangunannya. Di plafon mesjid, terdapat umbai-umbai hiasan yang disebut ‘lebah bergantung’. Hiasan ukiran ini dibuat dari kayu papan, berbentuk semacam tirai, dengan warna kuning, khas Melayu.

Audio: Ini lah liat tiangnya, ini ada buah buah, nah ini seperti rumah etnis tionghoa. Nah di atasnya juga ada lebah bergantung, ini memberikan kesan melayu. Karena disinikan banyak orang melayu juga. Ada juga nuansa islam persia, itu gapuranya.

Mesjid Bengkok adalah perpaduan Tionghoa dan Melayu, sebagai simbol kerukunan diantara keduanya sejak abad 19. Kerukunan itu terus terjaga seiring waktu. Misalnya saat era Reformasi pada 1998 silam. Saat itu kondisi Medan mencekam karena ada penyerangan terhadap etnis Tionghoa. Di sana, etnis Melayu lah yang mengevakuasi etnis Tionghoa ke Kesawan, berlindung di Mesjid Bengkok.

Pengurus Masjid, Silmi Tanjung

Audio: Saya ingat pada kerusuhan mei 1998. Waktu itu isu pembantaian etnis China. Tapi kita langsung evakuasi orang China sekitar sini. Kita masukan ke dalam masjid mereka. Dan disini pun tidak terjadi apa apa. Mereka aman, kita yang jaga. Jadi masjid ini memang melambangkan perdamaian kita..

Tidak ada yang betul-betul tahu, kapan mesjid ini mulai dibangun. Perkiraannya, sekitar tahun 1900-an. Menurut cerita masyarakat setempat, peletakan batu pertama mesjid dilakukan oleh Sultan Makmun Al Rasyid, sultan tertinggi di Medan yang kala itu bernama Kesultanan Deli. Tanah tempat mesjid berdiri adalah hibah dari Datuk Mohammad Ali, alias Datuk Kesawan, pemiliki sejumlah lahan tanah di sana.

Audio: Datuk Mohamad Ali adalah orang yang mewakafkan tanah ini. Dia disebut juga oleh Datuk kesawan. Nah, setelah ini diwakafkan, barulah masjid ini di bangun. Karenanya tidak heran, daerah ini disebut dengan kampung kesawan, karena yang punya dulu Datuk Mohamad Ali Kesawan.

Tanah milik Datuk Kesawan, batu diletakkan pertama kali oleh Sultan Makmun Al Rasyid, tapi bukan keduanya yang membiayai pembangunan mesjid. Keseluruhan mesjid dibiayai oleh seorang taipan asal Cina, bernama Tjong A Fie. Konon, mesjid ini dibangun sebagai penghormatan etnis Tionghoa kepada etnis Melayu pada 1900an.

Audio: Memang kalau di medan ini, masjid lama Gang Bengkok pasti identik oleh sosok Tjong A Fie. Orang tua saya juga bercerita tentang sosok Tjong A Fie, yang dikenal sebagai seorang Tionghoa yang dermawan. Termasuk pembangunan Masjid ini adalah hasil uang dari Tjong A Fie sendiri.

Setelah mesjid selesai dibangun, Tjong A Fie menyerahkannya kembali kepada Sultan Makmun Al Rasyid. Selanjutnya, Sultan menunjuk seorang ulama bernama Syech Mohammad Yacup untuk mengurus dan memelihara mesjid dengan luas 2200 meter persegi ini.

Kini, tanggung jawab pemeliharaan mesjid dipegang oleh generasi ketiga Syech, yaitu Sazli Nasution, yang sekaligus menjadi Wakil Nazir atau pengurus masjid yang membidangi dakwah di Mesjid Bengkok. Kata Sazli, mesjid ini terus mempertahankan maknanya, sebagai symbol persatuan antara umat Muslim dengan etnis Tionghoa di Kesawan. Buktinya, warga Tionghoa tak segan-segan ikut merawat mesjid ini.

Audio: Etnis Tionghoa senang sekali untuk merawat masjid ini. Mereka sering menyumbang keramik, cat, dll untuk perawatan. Pokoknya, mereka untuk ke mesjid ini, itu peduli sekali.

Nama Tjong A Fie hingga kini tetap melegenda, sebagai wujud nyata semangat pembauran antar kelompok masyarakat di Medan. Siapa sebenarnya Tjong A Fie ini?

Audio: Suasana di Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie hanya berjarak 300 meter dari Mesjid Bengkok, tepatnya di Jalan Ahmad Yani nomor 105, Medan. Rumah ini dinamakan ‘Tjong A Fie Mansion’, yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh pemerintah kota Medan sejak 1989. Bahkan Badan PBB UNESCO juga menetapkan Tjong A Fie Mansion ini sebagai peninggalan sejarah yang wajib dilindungi.

Audio: Suasana di Rumah Tjong A Fie

Rumah ini sangat melegenda bukan hanya karena ada nama Tjong A Fie di sana. Kekayaan arsitektur dan sejarah yang melekat di sana juga ikut berperan. Rumah ini dibangun di atas tanah seluas 2200 meter persegi, dengan waktu pengerjaan selama 5 tahun. Tjong A Fie Mansion berdiri megah di tepi jalan ramai dengan arsitektur bergaya Tionghoa.

Di pagar depan terdapat gapura dengan hiasan dua singa lengkap ornamen etnis Cina. Sedangkan pintu depan bagian rumah berbahan kayu jati yang konon dipesan langsung dari daratan Cina. Pintu itu terdiri dari dua bagian yang sekelilingnya diberi ukiran bertuliskan huruf Cina. Sedangkan di bagian atapnya mirip seperti di Masjid Bengkok, yaitu melengkung seperti kelenteng.

Rumah ini sekarang dikelola oleh Fon Prawira, cucu Tjong A Fie dari anak keempatnya. Laki-laki paruh baya ini menyambut saya ramah di depan rumah.

Audio: Jangan kecewa ya Regie. Kamu saya suruh bayar 25 ribu bukan berarti semata mata seperti kamu menonton bioskop. Uang yang kamu beli untuk membeli tiket masuk ke rumah ini digunakan untuk perawatan rumah ini. Bagaimanapun rumah ini sejarah yang harus di pertahankan. Jadi jangan marah ya. Saya berharap, kamu menganggap ini sebagai suatu kepedulian terhadap penigngalan Tjong A Fie

Saya memang harus membayar tiket 25 ribu rupiah untuk masuk ke rumah Tjong A Fie. Aturan ini baru ditetapkan awal tahun 2009. Uangnya lantas digunakan untuk merawat rumah.

Ketika masuk rumah, sisa-sisa kemegahan dan kemewahan ala konglomerat Tionghoa masih sangat terasa. Ornamen budaya Cina tampak hamper di setiap sudut ruang. Deretan foto di ruang tamu seolah bercerita, siapa Tjong A Fie di era 1900-an. Salah satunya, ada foto Tjong A Fie bersanding dengan Sultan Deli. Ada juga berbagai foto Tjong A Fie yang bercerita tentang segala kegiatannya di masa itu.

Fon Prawira bercerita tentang siapa itu kakeknya, Tjong A Fie.

Audio: Tjong A Fie adalah orang yang mempuyai kesetiakawanan yang tinggi. Terbukti dia menjadi kepercayan Sultan Deli. Kepercayaan itu karena bentuk kesetiakawananya terhadap Sultan Deli. Itu bukan hal yang gampang. Dia datang dari China untuk berusaha. Kesuksesan usahanya diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Ini adalah sebagai bentuk kesetiakawanan dia tehradpa masyarakat sekitar. Ini yang perlu di lestarikan.

Tjong A Fie datang ke Medan yang dulu bernama Labuan Deli pada 1880, meninggalkan kampung halamannya di Provinsi Fukian, Tiongkok. Saat itu Tjong A Fie baru berumur 18 tahun. Ia dating untuk berkebun di Pulau Sumatera, yang santer sebagai Negara perkebunan. Gaungnya sampai ke Tiongkok, mendorong Tjong muda untuk bertualang.

Fon melanjutkan cerita. Semangat pembauran sudah berdenyut di tengah Medan ketika Tjong A Fie hidup seabad silam. Selain Mesjid Bengkok, Tjong A Fie juga membangun berbagai sarana umum untuk menumbuhkan semangat pembauran. Saat itu Medan mulai bergeliat, tumbuh menjadi kota besar yang disambangi pendatang dari berbagai daerah, suku dan agama. Sang taipan Cina ini mendirikan gereja Katolik di Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, kuil Buddha Cina di Brayan, Kuil Hindu dan jembatan di Jalan Zainul Arifin, tempat mayoritas etnis Tamil bermukim.

Audio: Semua pembangunan ini adalah terkait dengan pengabdiannya kepada masyarakat. Ini juga bukti bahwa Tjong A Fie tidak hanya memikirkan diri sednrii. Dia membua rumah ibadah, untuk menignkatkan keimanan. Dia bangun rumah jompo,dia sumbang sekolah untuk pendidikan, dll.

Kalau Mesjid Bengkok dibuat dengan arsitektur khas Cina, apakah arsitektur Cina juga mewarnai gereja serta kuil yang dibangun di Medan?

Audio: Tidak, semua harus bentuk China. Itu namanya egois. Kalo Tjong A Fie Mau mungkin dia bisa biin, Rumah Sakit Tjong A Fie. Jembatan Tjong A Fie. Rumah Ibadah Tjong A Fie. Itu semua adalah bentuk penyadaran, termasuk masjid bengkok. Ini untuk mengingkatkan masyarakat. Dia ingin agar masyaraktlah yang merawat pemberiannya.

Di rumah Tjong A Fie, saya bertemu dengan akademisi Universitas Negeri Medan, Fahrizal Fahmi. Fahrizal ada di sana untuk membangu Fon Prawira membentuk Tjong A Fie Memorial Institute, sebuah lembaga pelestari peninggalan sang taipan. Fahrizal lantas berbagi cerita tentang siapa itu Tjong A Fie ketika baru sampai di Medan. Saat itu, namanya adalah Labuan Deli.

Audio: Tjong A Fie datang hanya bermodalkan baju di badan dan juga 6 keping uang china. Setelah itu, dia mencoba membangun kedai yang diperuntukan bagi pekerja perkebunan. Dari sini, usahaya kian berhasil. Hingga akhirnya dia bertemu oleh gadis Tionghoa peranakan dan kemudian memutuskan untuk menikah.

Tjong A Fie datang membawa semangat dan kerja keras. Ketika pertama kali datang, ia membawa serta kuli-kuli Cina daratan yang punya keahlian di bidang perkebunan. Mereka lantas bekerja di kebun milik pemerintah Hindia Belanda di Labuhan Deli. Untuk itu, Tjong A Fie mendapatkan upah yang cukup besar.

Dari upah itu, Tjong membelikan lahan untuk perkebunan. Lama kelamaan, usaha Tjong A Fie membawanya menjadi konglomerat Cina yang sukses di Labuhan Deli. Kesuksesan ini membawa Tjong A Fie dekat dengan Sultan Deli, juga pemerintah Kolonial Belanda. Meski bukan tentara, Pemerintah Belanda menganugerahi pangkat Letnan, jabatan bergengsi bagi orang Cina di Tanah Deli. Tak lama, Tjong A Fie ditunjuk sebagai kepala orang-orang Cina di sana.

Audio: Tjong A Fie diberikan pangkat Mayor. Nah, sebutan mayor ini adalah semacam pemimpin komunitas. Dan sebelum mayor, dia berpangkat letnan. Tapi dia bukan seorang tentara. Ini adalah sebuah jabatan yagn diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda agar komunitas China mempunyai seorang pemimpin. Dan Tjong A Fie lah yang ditunjuk sebagai pemimpin.

Medan kala itu seakan-akan jadi milik Tjong A Fie. Dia dikenal dekat dengan setiap strata, mulai dari bangsawan hingga rakyat jelata.

Audio: Suasana jalan dekat rumah Tjong A Fie

Februari 1921, Tjong A Fie meninggal dunia di usia 61 tahun karena pendarahan otak. Ribuan pelayat datang dari penjuru Medan, memberikan penghormatan terakhir bagi Si Taipan Dermawan.

Audio: Waktu Tjong A Fie meninggal, banyak orang yang memberikan simpati dan penghormatan. Mereka berasal dari Penang, Malaysia, karyawan perkebunan baik yang di Brayan atau di Labuan deli, dan masyarkat komunitas dari berbagai suku. Mereka memadati kawasan Kesawan Medan untuk memberikan penghormatan terakhir

Yang bisa dilakukan sekarang adalah melestarikan peninggalan sejarah Tjong A Fie, lewat lembaga Tjong A Fie Memorial Institute. Cucu Tjong A Fie, Fon Prawira berharap di masa mendatang akan ada penerus kedermawanan Tjong A Fie.

Audio: Dengan adanya institut ini, kita harapkan nanti ada kader, yang ingin menyumbang pemikiran terhadap masyarakat. Makanya saya dirikan Tjong A Fie memorial. Tentu kita berharap bantuan. Karena uang ini nanti berguna bagi ribuan anak manusia, terutama yang kurang mampu. Seperti yang pernah dilakukan oleh Tjong A Fie.


[Regie Situmorang | KBR68H]

Wednesday, January 28, 2009

Mencoba Menyelamatkan Persebaya

Klub sepakbola Persebaya Surabaya gunjang-ganjing pasca dilarang menerima dana dari pemerintah daerah untuk menopang hidupnya. Enam pemain dilepas, pelatih pun mesti diputus kontrak. Persebaya tak punya uang untuk membayar mereka. Para Bonekmania, suporter Persebaya, tak rela klub mereka terpuruk dan terancam tak masuk Liga Super Indonesia di musim kompetisi mendatang. Kontributor KBR68H Petrus Riski memotret upaya para Bonekmania yang dikenal rusuh, bergotong-royong mengumpulkan sepeser demi sepeser untuk menyelamatkan Persebaya.

Audio: Yel-yel Bonekmania

Teriakan puluhan suporter Persebaya Bonekmania memecah keheningan suasana Mess Persebaya di Jalan Karang Gayam Surabaya. Tak tampak ada pemain atau pengurus di mess ini, setelah pengurus Persebaya memutuskan untuk melepas 6 pemain mereka: Bejo Sugiantoro, I Putu Gede, Kurnia Sandi, Rustanto Sri wahono, Fahrudin, Jordi Kartoko. Persebaya juga memutus kontrak pelatih Fredy Mulli.

Para Bonekmania khawatir, dilepasnya para pemain dan pelatih Persebaya bakal merusak kekompakan tim. Padahal Persebaya tengah memimpin klasemen sementara wilayah Timur, modal besar untuk lolos ke Liga Super Indonesia musim kompetisi 2009-2010. Nur Hasyim, koordinator suporter Persebaya dari Yayasan Suporter Surabaya khawatir, langkah ini bakal membuat prestasi Persebaya merosot.

Audio: “Putaran pertama kemarin kita itu sudah apa itu, kompak dengan kondisi tim yang bagus, pelatih yang bagus yang mumpuni, itu yang kita khawatirkandengan kondisi seperti ini dengan pemecatan pemai, tidak diperpanjangnya pelati, itu nanti situasi persebaya saya khawatirkan tidak seperti putaran pertama. Kita tidak menginginkan hancurnya persebaya, persebaya bukan milik golongan tertentu, persebaya milik warga surabaya.”

Ini memang langkah terpaksa yang harus dilakukan Persebaya. Aturan Menteri Dalam Negeri menyebutkan, klub sepakbola tak boleh lagi menerima kucuran dana APBD. Kemandirian klub secara keuangan pun menjadi salah satu syarat yang ditetapkan Badan Liga Indonesia, penyelenggara Liga Super.

Pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS) Wastomi Suheri mengaku kecewa dengan pengurus Persebaya sehingga klub mengalami kesulitan keuangan. Padahal, kata Wastomo, sebagian besar pengurusnya adalah pengusaha.

Audio: “Intinya kita kecewa dengan sampai, kenapa sih persebaya tim sebesar in, pengusaha sebanyak initidak bisa mendanai persebaya.”

Tak rela Persebaya terpuruk, para Bonekmania muncul dengan ide menggalang dana dari sesama suporter. Salah satunya dengan berjualan stiker dan atribut klub Persebaya.

Audio: Yel-yel Bonekmania

Rudianto, suporter Persebaya asal kampung Jambangan mengatakan, meski nilainya tidak seberapa, Bonekmania ingin membantu Persebaya mengatasi masalah keuangan yang membelit klub.

Audio: “Kami bonek ini dengan pro-aktif terus melakukan penggalangan dana dengan menjual stiker-stiker bonek ke seluruh anggota bonekmania di seluruh surabaya, dan kesemuanya itu akan disampaikan secara langsung ke manajemen agar meski itupun nggak sebanyak yang dibutuhkan persebaya saat ini.”
Para bonek alias bondo nekat memang terlanjur punya cap negatif. Citra rusuh yang melekat seringkali menjegal langkah supporter Persebaya untuk menggalang dana. Tapi Agus Esi memang betul-betul nekat, meski harus dikejar-kejar polisi lantaran berjualan stiker Persebaya di perempatan jalan.

Audio: “Ya kemarin sabtu cari-cari dan di pinggi-pinggir jalan,di depan hotel sahid situ, kita cari dana disitu ternyata dibubarkan sama polisi. Habis itu kita cari dana di setiap korwil, di setiap korwil kita minta dana ke anak buah-anak buah, trus kita kumpulin, kita kasihkan ke persebaya.” Audio: Yel-yel Bonekmania

Wastomi Suheri, Pembina Yayasan Suporter Surabaya mengatakan, upaya menggalang dana buat Persebaya tak hanya berjualan stiker dan atribut, tapi juga lewat situs internet dengan alamat bonex-cyber.web.id. Para bonek menjual lagu-lagu dukungan buat Persebaya yang mereka ciptakan menjadi nada sambung telfon seluler. Ada juga yang menggandeng musisi dalam negeri untuk membuat rekaman lagu.

Audio: “Kita juga ada kerjasama dengan pihak-pihak lain, contoh yang sekarang ini lagi kerjasama dengan Telkomsel. Kita ini membuat lagu-lgu, lagu-lagu Persebaya, kita jadikan lagu nsp, kalau itu dibeli orang, dibeli Bonek, didownload, itu kita akan mendapat royalti, royalti itu kita sudah sepakati separuh dari royalti yang kita terima itu kita akan berikan pada persebaya. Kita juga membentuk namanya bonek cyber, sampeyan bisa lihat di situ di websitenya bonek, disitu apa aja kegiatan mereka ada, itu cara-cara kita penggalangan dana. Memang tdak besar, tapi itu adalah sebagai bentuk kepedulian suporter pada persebaya.”

Audio: Lagu Bonekmania

Wastomi tak mau menyebut berapa besar sumbangan para Bonekmania yang sudah diberikan kepada Persebaya. Yang jelas, kata bonek asal Kampung Jambangan Rudianto, penggalangan dana bakal terus bergulir sampai dirasa cukup.

Audio: “Untuk saat ini dari semua korwil yang ada masih terus melakukan penggalangan dana dan itu akan terus bergulir hingga persebaya keluar dari krisis pendanaan tersebut.”

Kalau para Bonekmania begitu gigih mencari dana untuk Persebaya, apa yang sudah dilakukan para pengurus klub untuk mengatasi masalah keuangan?

Audio: Lagu Bonekmania

Di masa jayanya Persebaya adalah klub yang disegani di jagat persepakbolaan Indonesia. Klub ini sempat dua kali menjadi Juara Liga Indonesia Divisi Utama. Klub ini juga rajin menyumbang pemain untuk tim nasional, yunior maupun senior. Tapi prestasi klub berjuluk buaya hijau ini mulai menurun sejak 2006. Ketika itu Persebaya mendapat sanksi dari PSSI untuk turun kasta ke Divisi Satu karena menolak melanjutkan pertandingan di babak 8 besar.

Setelah itu Persebaya berubah menjadi tim guram, sampai kemudian musim kompetisi lalu gagal melaju ke Liga Super karena hanya menduduki posisi 14 di klasmen Divisi Utama.

Audio: Yel-yel Bonekmania

Prestasi Persebaya saat ini cukup meyakinkan. Klub ini menjadi pimpinan klasemen sementara wilayah Timur, modal besar untuk melaju ke musim kompetisi 2009-2010 Liga Super Indonesia.

Tapi begitu keluar aturan Menteri Dalam Negeri, kondisi keuangan klub langsung morat-marit. Aturan tersebut melarang klub menerima kucuran dana APBD. Pemutusan kontrak pemain dianggap jadi solusi terbaik, mengingat keuangan Persebaya yang lebih besar pasak daripada tiang.

Audio: Yel-yel Bonekmania

Pengeluaran Persebaya per bulan mencapai 850 juta rupiah. Ini untuk gaji pemain, operasional, sewa stadion dan lain-lain. Sementara pemasukan, kurang dari separuhnya, sekitar 450 juta rupiah, dari sponsor dan penjualan tiket. Setelah dipotong biaya operasional, maka kas Persebaya minus 400 juta rupiah lebih. Belum lagi biaya untuk satu musim kompetisi yang bisa mencapai 20 miliar rupiah.

Ketika masih disuntik dana APBD Surabaya, setiap tahun Persebaya menerima uang 10-17 miliar rupiah, kata Muhammad Alyas, anggota Komisi D DPRD Surabaya.

Audio: “Fluktuatif ya, pernah mendapatkan 15 milyar, terus persebaya turun divisi dan anggarannya turun menjadi 10 milyar, ketika kembali lagi di divisi utama itu anggaran pun ditambahkan lagi menjadi 17,5 milyar. Tapi anggaran itubukan hanya untuk klub persebaya semata-mata tapi untuk juga operasional daripada pengurus cabang atau pengcab pssi surabaya.”

Karena itu, keputusan melepas 6 pemain dan tidak memperpanjang kontrak pelatih Freddy Mulli telah menghilangkan beban keuangan klub secara signifikan. Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah.

Audio: “Untuk masalah dana, setelah kita melepas enam pemain dan pelatih ini, syukur alhamdulillah sekarang kita tidak ada utang dan tidak ada tunggakan lagi sama pemain dan pelatih, semua berjalan dengan lancar, semuanya beres.”

Setelah kondisi keuangan membaik, Cholid optimistis Persebaya bakal tetap solid. Target lolos ke Liga Super Indonesia 2009 diyakini bakal tercapai.

Audio: “Yang kita lepas kan enam, jadi masih ada dua puluh satu, dan dua puluh satu ini kompak, solid, gak beda jauh lah. Apalagi persebaya sekarang ini juga, manajer, pelatih, dan pengurus akan mencari pengganti pemain yang bagus-bagus. Jadi pengurus, manajer dan pelatih ini konsisten akan membawa persebaya lolos ke liga super.”

Bila Persebaya betul-betul bisa masuk Liga Super, maka dana tak lagi jadi masalah. Akan lebih mudah menggandeng sponsor dengan status peserta liga bergengsi ini, kata Cholid.

Audio: “Kalau ke liga super, saya rasa sponsor mudah, sedikit mudah kita untuk mencari daripada di divisi utama.”

Audio: Yel-yel Bonekmania

Muhammad Alyas dari Komisi D DPRD Surabaya, sekaligus bekas pengurus Persebaya dan PSSI pada 2005-2008 menambahkan, meski tak lagi menikmati uang APBD, Persebaya diharapkan tetap mampu berprestasi.

Audio: “Yang jelas sepak bola itu kan memang uang atau anggaran itu cukup dominan, tapi kan bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan sebuah tim. Besarnya nilai anggaran bagi sebuah tim itu tidak berbanding lurus dengan prestasi yang dimiliki. Oleh karena itu persebaya ini harus tetap menjadi ikon persepakbolaan nasional, untuk itu persebaya harus meraih prestasi.”

Para bonek macam Nur Hasyim dan Wastomi Suheri, meminta pemain dan pengurus Persebaya berjuang total dalam mewujudkan prestasi tertinggi. Supaya suporter yang juga telah bekerja keras demi Persebaya, tak kecewa.

Audio: Kita ingin supaya pengurus bisa mengembalikan kekompakan tim, soalnya apa, tim tanpa kekompakan, siapapunmulai pemain yang apa,gaji besar, pemain bintang apapun gak mungkin bisa tanpa ada kekompakan tim.”

Audio: “Apapun yang terjadi, suporter minta manajemen, pengurus ini tidak setengah hati untuk urusi tim ini, harus fight. Pemain juga gitu, harus fight, karena suporter juga fight.”

Audio: Lagu Persebaya


[Petrus Riski |KBR68H]


foto: muizemo.wordpress.com

Tuesday, January 27, 2009

Berlaga dengan Dana Cekak


Kompetisi Liga Super Indonesia tahun ini dipenuhi klub sepakbola yang kekurangan dana. Sebagian besar masih menyusu pada anggaran pemerintah daerah, meski sudah dilarang Menteri Dalam Negeri. Niatnya baik, membuat klub sepakbola lebih mandiri dan professional. Tapi klub merasa perkembangan sepakbola bisa terganggu kalau tak didukung dana daerah. Reporter KBR68H Fuad Bakhtiar menampung keluh kesah klub peserta Liga Super Indonesia berikut ini.

Audio: suasana latihan bola

Melki Pekey mengumpan bola kepada Pierre Njanka. Kaki pemain asal Kamerun itu sigap menerima umpan dan mengiring bola menuju lini pertahanan lawan. Satu – dua pemain lawan berhasil ia lewati dan … Gol!!

Audio: suasana latihan bola

Tapi, tak ada skor buat Njanka dan timnya dalam pertandingan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan sore itu. Di stadion berharga sewa 10 juta rupiah sekali pakai itu, mereka hanya berlatih rutin antar sesama pemain Persija Jakarta.

Hampir pasti, selalu saja ada para pendukung yang setia menunggui tim kesayangan mereka. Sekretaris Umum The Jakmania, G.A. Richard Supriyanto.

Audio: The Jak kepada Persija itu melebihi seperti orang bekerja loh. Rutinitasnya, setiap agenda persija main di manapun ataupun bentuknya uji coba di luar kota, tentu mereka akan berangkat. Kalau bicara musik, tentu hanya yang bisa dijangkau. Kalau ini tidak

Untuk bisa tampil seperti harapan klub dan para pendukungnya, perlu ongkos besar. Hanya untuk sewa Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija mesti mengeluarkan ongkos lebih dari 110 juta rupiah sekali pakai. Padahal selama pertandingan musim Liga 2008 – 2009 ini, Persija paling tidak akan menggunakan stadion itu tujuh kali. Direktur Bisnis dan Pemasaran PT. Persija Raya Soni Sumarsono mengatakan Persija masih boros, meski belum bisa mencari uang sendiri.
Audio: komposisinya mungkin yang harus dibenahi. Tidak semuanya pemain mahal, tapi di-mix dengan pemain muda yang harganya belum begitu mahal. Kalau hanya untuk pemain saja habis sekitar 1,5 miliar setiap bulan, dan 3 miliar untuk 8 kali pertandingan dalam setahun

Di musim ini, Pemerintah Jakarta sudah menyiapkan 21 miliar rupiah untuk Persija. Soni memperkirakan, Persija membutuhkan lebih dari 30 miliar rupiah untuk membayar gaji pemain, pelatih dan keperluan lain selama semusim ini.

Masih dari ibukota negara, ada Persitara Jakarta Utara. Klub ini berada dalam ajang kompetisi yang sama dengan Persija. Tapi, kondisi keuangannya jauh berbeda.

Manajer Persitara, Harry Gendhar Ruswanto menyatakan, klubnya belum bisa hidup tanpa dana dari daerah.

Audio: karena persitara ini bukanlah tim besar dan hidup di kota administratif. Tahun 2007 – 2008 sangat tergantung pada APBD karena kota administratif beda dengan kota otonom. Yang otonom itu hanya ada di provinsi, di mana semua keputusan ada di provinsi. Jadi, tanpa APBD, mungkin persitara tidak pernah akan ada di sini
Untuk musim kompetisi ini, Persitara mendapat kucuran 15 miliar rupiah dana rakyat. Kata Harry, itu masih kurang karena Persitara membutuhkan 18 miliar rupiah untuk biaya semusim.

Menurut catatan penyelenggara kompetisi Liga Super, Badan Liga Indonesia, kebanyakan klub memang kekurangan dana. Direktur Kompetisi Liga Joko Driyono menuturkan …

Audio: sebenarnya yang porsinya bagus dalam mendapatkan income dari bisnisnya ya baru arema. Tiga yang tidak mendapatkan dana apbd adalah arema, BKT Bontang dan Pelita Jaya Audio: suasana latihan bola

Kebangkrutan klub-klub Liga Super membayang karena bakal dihentikannya bantuan dana dari APBD. Peraturan Menteri Dalam Negeri atau Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, melarang anggaran daerah dipakai membiayai klub sepakbola.

Saat prihatin memperhatikan kondisi keuangan ke-18 klub Liga Super, Joko berandai-andai kemandirian dan prestasi klub-klub besar di benua lain, bisa segera ia temui di tanah air.

Audio: Apa yang dilakukan klub eropa, bukan hanya tropi. Tapi untung rugi. Real Madrid tidak juara liga, tapi keuntungannya tetap tinggi. Semua pemain impor harus diperhitungkan mendatangkan pendapatan tinggi. Yang perlu dihindari jika klub merasa punya uang banyak yang tidak bersumber dari bisnis, itu akan membuat trend sepakbola menjadi dirugikan

Meski sudah banyak klub yang terlilit beban keuangan, pengamat sepakbola Tondo Widodo menilai, tak perlu ada upaya penyelamatan klub dengan mengucurkan uang negara. Larangan menteri itu akan menjadi sarana seleksi alamiah klub menjadi professional.

Audio: Jujur saja, ini namanya jor-joran. Sehingga kalau pelatih atau pemain asing mengatakan harganya 1,5 miliar, itu membuat harga pemain nasional dan local naik karena mereka tidak mau kalah. Ada persoalan lain ketika dana APBD masih digunakan untuk membiayai klub ini, terjadi hal-hal tidak benar. Ketika anda dikontrak 500 juta, tapi anda hanya menerima 250 juta. Itu tidak benar dan peristiwa ini benar terjadi. Sudah tepat kalau pemerintah menghentikan dana apbd untuk klub

Menurut Tondo Widodo, jika ada 10 klub saja yang bisa bertahan dalam liga tertinggi ini, sudah bagus.

Audio: suasana latihan bola

Tahun ini menjadi batas terakhir pemerintah daerah boleh mengucurkan dana kepada klub sepakbola peserta Liga Super Indonesia. Jadi, tidak ada cara lain bagi klub yang masih ingin berkompetisi kecuali dengan mencari uang sendiri.

Persija Jakarta berusaha percaya diri menghadapi situasi itu.

Audio: kondisi harga pasar pemain, itu yang harus kita sesuaikan dengan kemampuan pasar karena harga pemain saat ini sudah melambung sangat tinggi. Nanti tentunya membutuhkan koreksi pasar untuk mendapatkan harga yang layak

Begitulah cara Direktur Bisnis dan Keuangan Persija Sonny Soemarsono hendak membenahi pengelolaan anggaran klubnya bila kucuran dana dari APBD dihentikan.

Selain memperketat pengeluaran, kata Sonny Soemarsono, Persija juga sudah berhitung soal potensi pemasukan. Misalnya, supaya bisa memenuhi 40 persen biaya operasional klub dari hasil penjualan tiket.

Audio: trus sponsorship bisa mencapai 35 persen juga, kemudian dari merchandise dan benefit-benefit lain mencapai 30 persen. Tapi, yang pertama yang bisa kita raih dari ticketing

Sampai kini, Persija masih merugi secara bisnis. Tapi, Sonny optmistis, perusahaan sudah menyiapkan cara meraup untung, kapan pun aliran dana dari APBD Jakarta dihentikan. Apalagi, saat ini sudah ada sejumlah sponsor yang mau membiayai Persija di musim depan.

Tapi, Sonny melupakan satu hal, The Jakmania. Sekretaris Umum Persija Jakarta, G.A Richard Supriyanto menuturkan bisnis Persija akan lebih tangguh andai mau melibatkan sekitar 35 ribu pendukungnya.

Audio: kita sudah coba membangun potensi sejak tahun lalu, namun persoalannya pihak PT tidak bisa melibatkan supporter dalam mengelola merchandise Audio: suasana pertandingan Liga Super

Rekan sekota Persija, Persitara Jakarta Utara, punya persiapan sendiri. Misalnya dengan mengubah nama menjadi Batavia FC di 2009 ini. Tujuanya untuk meningkatkan ketenaran klub. Selama ini, orang lebih mengidentikkan klub sepakbola milik warga Jakarta adalah Persija dan bukan Persitara.

Manajer Persitara Harry Ruswanto mengatakan, Persitara juga berpeluang mendapatkan banyak sponsor, asalkan Pemerintah Jakarta dan Badan Liga selaku penyelenggara bisa mengubah kebijakan periklanan.
Audio: terus terang ajah, untuk mencari sponsor, kadang-kadang mereka menanyakan, saya mau mensponsori kamu berapa M, tapi saya minta reklame. Kita tidak bisa di jakarta utara minta reklame dengan ukuran sesuai kemauan sponsor. Ukuran reklame jakarta utara hanya 4 x 6 meter. Nah untuk baliho besar, semuanya ada di pemerintah provinsi.

Itu baru cara mencari pemasukan rutin bagi klub. Aturan lain yang membelit klub peserta Liga Super Indonesia yang mulai bergulira tahun lalu ini adalah aturan dari Badan Liga Indonesia. Misalnya, keharusan menyerahkan deposit minimal 5 miliar rupiah dan bisa menyediakan stadion yang aman dan nyaman.

Audio: suasana stadion

Di gelaran Liga Super edisi perdana ini, Badan Liga juga mengharuskan klub memenuhi tiga syarat lain. Yakni, mempunyai sistem yang menunjang peningkatan sportivitas pemain, berbadan hukum dan manajemen klub secara profesional, mulai dari kualitas pelatih hingga para pejabat administratifnya.

Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono berpendapat klub tak semestinya mengeluhkan aturan itu karena itulah syarat yang bisa membuat klub menjadi professional dan mandiri.

Audio: kita akan create sedmikian rupa agar sepakbola bukan hanya sekedar beban, tapi peluang karena di sana ada bisnis. Nah karenanya lambat laut BLI sebenarnya BLI punya planning dua tahap, 2012 memperbaiki seluruh infrastruktur kompetisi, stadion dan internal BLI seperti wasit. Endingnya pada 2018, beberapa klub sudah menikmati keuntungan

Pemerhati masalah sepakbola, Tondo Widodo menilai, klub keteteran mengikuti aturan liga karena masih hidup dengan tradisi belanja, belanja, belanja. Tapi klub tak pernah bertanya, uangnya dari mana?
Audio: tapi mereka itu rata-rata berbadan tinggi besar, larinya cepat, menakutkan karena item-item hehe .. tapi tidak dapat mengangkat kualitas klub itu sendiri. Walhasil hanya membuang-buang saja. Nah itu harus dihentikan. Sampai kapanpun kompetisi BLI ini tidak akan bermuara pada pembentukan tim nasional yang baik karena kualitas para pemainnya tidak teruji karena posisi-posisi pentingnya ditempati orang asing

Tondo yakin, Liga Super Indonesia akan menumbuhkan iklim sepakbola yang profesional di negeri ini bila kucuran dana APBD dihentikan.

Selalu ada harapan jika klub mau bekerja keras dan belajar membenahi diri. Misalnya dengan mengoptimalkan prinsip-prinsip pemasaran sebuah produk. Pengamat bisnis olahraga Fritz Simanjuntak mengatakan, peluang bisnis tak cuma dari penjualan tiket, cinderamata dan penyewaan stadion serta jual beli pemain. Kata Fritz, pilihan nama yang menjual juga ikut menentukan.

Audio: Saya sarankan ubahlah nama dari sebuah persitara jakarta utara, bagian dari persija, seolah-olah. Buatlah branding. Saya ndak tahu apa yang terkenal di jakarta utara. Contohnya Los Angeles menjadi LA Lakers. Chicago bulls. Jadi namanya dijadikan branding. Audio: suasana pertandingan bola

Putaran kedua Liga Super Indonesia sudah dimulai sejak hari Sabtu lalu. Kompetisi yang bakal berakhir Juni nanti, akan menjadi arena menunjukkan jati diri, tak cuma urusan jumlah gol terbanyak dan posisi klasemen puncak, tapi juga kemampuan mengumpulkan dana untuk menghidupi diri.


[Fuad Bakhtiar | KBR68H]


foto: www.bolanova.com

Friday, January 23, 2009

Gebrak Malaria ala Banjarnegara


Kalau mau berguru soal malaria, datanglah ke Banjarnegara, Jawa Tengah. Warga dan pemerintah daerah setempat sudah membuktikan kalau malaria bisa dilawan dengan beragam jurus. Banjarnegara yang duluna sarang malaria, kini angka kasus malaria hampir nol. Kuncinya adalah bersama-sama menjalankan program ‘Gebrak Malaria’. Sambil menikmati salak manis khas Banjarnegara, Reporter KBR68H Humto Jaya Marbun berguru ilmu tangkal malaria di sana.

Audio: Suasana Desa Limbangan Banjarnegara

Banjarnegara, Jawa Tengah dikenal sebagai sarang malaria. Itu dulu. Sekarang, kondisinya berubah total.

Misalnya Desa Limbangan, Madukara, sudah dua tahun ini sejak 2007 lalu, bersih dari catatan penyakit malaria. Lembar buram malaria di Limbangan terjadi pada 2003 silam, saat 20-an warga dari 80 Kepala Keluarga terserang malaria. Ketika itu, di penjuru Banjarnegara, ribuan orang juga terkena malaria. Karena itu, dua tahun tanpa malaria, bagi Kepala Desa Limbangan Turjono, adalah prestasi. Tahun 2003, ada 20-an orang dinyatakan malaria, sementara tahun 2006, hanya ada satu kasus.

Ini hasil kerja keras seluruh warga desa, kata Turjono.

Audio: Dulu, memang tahun 2003, Desa Limbangan salah satu desa basis malaria. Banyak sekali yang kena malaria. Sampai akhir Desember 2003 ada 20-an orang kena malaria.

Penyebab malaria di Desa Limbangan adalah perkampungan kumuh dan kebun salak milik warga. Sejauh mata memandang di Limbangan, hamparan perkebunan salak tampak jelas. Tak ada yang salah dengan memiliki kebun salak. Tapi yang jadi gara-gara malaria adalah kebun tak dilengkapi system irigasi yang baik, sehingga air menggenang. Ini jadi lokasi empuk bagi nyamuk aedes agyptie bertelur.

Audio: Setelah ditemukan malaria, bersama Dinas Kesehatan, untuk upayakan penurunan. Akhirnya, 2004 menurun, 2005- sampai sekarang tidak ada kasus. Tidak ada yang meninggal. Tapi dirawat intensif di rumah sakit. Selainnya dirawat JMD.

Perlahan, Turjono mengajak warga berperang melawan malaria. Sasaran pertama adalah kebun salak, supaya tak lagi jadi sarang nyamuk.

Audio: Dulu, memang pemukiman di sini kumuh dan karena banyak tanaman salak jadi sarang nyamuk.

Kebun salak yang ditanam tanpa aturan membuat nyamuk berkembang biak di Limbangan. Jarak pohon per pohon tidak diperhatikan sehingga warga tidak sadar perkebunan mereka sudah menjadi sarang nyamuk. Saking banyaknya pohon salak, sulit menembus perkebunan untuk membersihkannya secara rutin. Kebun salak diurus hanya pas panen saja.

Jalan tengahnya, Turjono meminta warganya mengurangi penanaman pohon salak demi merenggangkan jarak antar pohon. Dengan begitu, jadi lebih mudah untuk merapikan bagian dalam kebun. Menghalau sarang nyamuk yang mungkin ada.

Audio: Suasana Desa Limbangan

Setelah rampung dengan kebun salak, perang melawan malaria dilanjutkan dengan membangun Pos Malaria Desa atau PMD. Di Desa Limbangan dibangun tiga pos, masing-masing diisi lima orang. Mereka disebut sebagai Juru dan Kader Malaria Desa.

Audio: Kita kerja sama dengan para kader malaria. Kita bikin pos malaria desa di tiga titik. Setiap pos ada kader sukarela. Masyarakat yang kena malaria, ada gejalanya ambil darahnya di PMD. Ditempati kader-kader malaria.
Apa beda Juru Malaria Desa, JMD, dengan Kader Malaria Desa?

Audio: JMD dari Puskemas. PTT. Tapi kalau kader dari desa yang tidak ada bayarannya. Tugas kader: beri penyuluhan, ambil darah orang yang kena gejala. Beri obat yang positif terkena malaria. Kalau tiga hari belum sembuh dirujuk ke rumah sakit.

Suparni adalah salah satu Kader Malaria Desa. Tanpa digaji, Suparni sukarela memeriksa orang, terutama anak-anak, yang dicurigai terserang malaria. Honor baru ada kalau mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Kesehatan Banjarnegara. Sayang, tidak banyak yang berminat menjadi kader malaria.

Audio: Tidak pakai pendaftaran. Ditunjuk. Sukar. Susah. Kayak gajian. Masih banyak belum sadar diri. Honor tidak ada. Tapi kalau ada pelatihan ada dikasih duit honor.

Sebagai kader malaria, ada saja halangan yang dihadapi. Salah satu yang paling sulit adalah mengecek malaria di keluarga kaya. Kata Suparni, mereka gengsi kalau dinyatakan positif malaria.

Audio: Dikatakan susah, nggak susah. Dikatakan mudah, enggak. Umpamanya, kalau ada yang sakit orang kaya atau pintar, agak takut. Paling saya bilang ke kader lain, itu mungkin malaria. Orang kaya atau orang pintar itu gengsi kalau ada anggota keluarganya yang kena malaria.
Audio: Suasana SD Limbangan

Anak-anak pun dilibatkan dalam aksi memberantas malaria, yaitu lewat dokter cilik. Datang saja ke SD Limbangan kalau curiga kena malaria. Di Unit Kesehatan Sekolah, UKS, ada Atun, Isna dan Firda, siswa kelas 5 SD, yang siap menyambut. Ada juga Andre dan Dini yang sudah kelas 6. Di UKS, mereka belajar tentang berbagai macam penyakit, termasuk malaria. Dari sini pula mereka belajar soal pentingnya hidup sehat, langkah awal melawan malaria.

Audio: Mengajak teman untuk hidup sehat, contohnya membersihkan lingkungan sekolah dan pribadi meliputi badan, menggosok gigi, memotong kuku, bersih pakaian dan makanan.

Mereka berlima seperti dokter. Setiap teman yang datang ke Klinik UKS akan diperiksa. Jika sepintas terlihat tanda-tanda malaria, maka mereka mengambil sampel darah. Kecil-kecil begini, mereka sudah bisa menyuntik untuk ambil darah lho. Darah itu kemudian diserahkan kepada Juru Malaria Desa unuk diperiksa lebih detil.

Audio: Di UKS berlima. Pagi belajar seperti biasa. Pelajaran selesai dulu baru ke uks. Yang ngajari ibu guru. Diajari soal TBC, demam berdarah, influenza, malaria. Tetangga saya pernah kena malaria. Trus diambil darahnya untuk dilaporkan ke JMD.

Bersama Juru Malaria Desa, dokter cilik ini jadi pertolongan pertama bagi masyarakat, kata Nurhayati, guru Dini dan kawan-kawan.
Audio: Dokter kecil dibantu JMD. Kalau dokter kecil menemukan kasus maka akan melapor ke JMD untuk selanjutnya dirujuk ke Puskesmas.

Ini baru sekelumit program Gebrak Malaria Desa yang dicanangkan pada 2003 lalu oleh Pemerintah Daerah Banjarnegara. Apalagi langkah yang dilakukan Pemda setempat?
Audio: Lagu Jawa

Malaria adalah sejarah kelam bagi Desa Limbangan, Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada 2003 lalu, malaria menyerbu Banjarnegara. Lebih dari 200 desa di sana terjangkit penyakit ini, korban mencapai 10 ribu orang. Rumah sakit tak sanggup menampung pasien malaria yang membludak, apalagi Puskesmas yang kapasitasnya terbatas.

Audio: Lagu Jawa

Panglima perang dimainkan langsung oleh Bupati Banjarnegara, Djasri. Beberapa program dirancang demi menghilangkan malaria dari bumi Banjarnegara.

Gerakan Jumat Bersih digalakkan. Siswa sekolah hingga pegawai kantor pemerintah diwajibkan ikut bersih-bersih setiap Jumat pagi hingga jelang tengah hari. Anggaran daerah pun dialokasikan untuk penanganan malaria. Mulai dari beli obat, penyuluhan juru dan kader malaria sampai pengasapan lingkungan rumah serta kebun salak milik warga. Tujuannya satu: menyingkirkan nyamuk aedes agyptie penyebab malaria.

Audio: Inilah kiprah Kabupaten Banjarnegara yang tahun 2003 puncak kasus. Ribuan rakyat saya terkena malaria. Kemudian kita sepakat perang malaria. Namanya perang habis-habisan. Dari siswa sampai masyarakat terlibat. Kerja bakti terus menerus membersihkan lingkungan. Apbd juga mendampingi gebrak malaria.

Audio: Suasana SD Limbangan

Kesadaran terhadap malaria ini harus terus dipupuk dan diteruskan antar generasi, supaya Banjarnegara tak perlu lagi membuka lembar kelam malaria. Karena itulah anak-anak sekolah jadi sasaran kampanye yang tepat.

Salah satunya dengan menerbitkan buku malaria. Buku umum berukuran sedang ini berisi pengenalan dan upaya pengendalian malaria di Banjarnegara. Buku berisi kiat-kiat terhindar dari malaria. Termasuk cara-cara pertolongan pertama terhadap penderita malaria. Sejak 2008, juga ada Jurusan Malarologi di Kampus Politeknik Banjaregara, khusus belajar soal malaria di Banjarnegara.

Audio: Sehingga pelajaran yang mahal ini kita bukukan. Sekarang kita buka politeknik jurusan malarologi. Khususnya, malaria. Di dunia, hanya banjarnegara yang punya itu. Hehehe. Audio: Suasana anak-anak Banjarnegara

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Yusri Husein mengatakan, mereka menggelar berbagai lomba untuk memacu anak sekolah memberantas malaria. Misalnya, lomba paduan suara anti malaria, lomba cerdas cermat malaria, lomba dokter kecil dan Unit Kesehatan Sekolah malaria. Lomba digelar untuk anak SD hingga SMA.

Audio: UKS dan dokter kecil. Sekolah sehat kita lombakan. Selalu kita lakukan setiap tahun yang mana muatan lokal di lomba inilah kita beri materi itu. Lomba koor berantas malaria. Ini media promosi untuk sekolah supaya tahu apa itu malaria.

Yang juga unik dari Banjarnegara adalah memasukkan pelajaran soal malaria dalam muatan lokal kurikulum sekolah. (Pelajaran ini namanya khusus Malaria. Setara nama pelajaran lainnya seperti Olahraga, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, Agama, dll)

Audio: Guru pun sudah kita latih cara ambil darah. Sehingga guru langsung lapor ke JMD atau ke puskesman. Apa positif malaria atau tidak. Kalau setiap pemeriksaan itu biasanya diberikan obat sementara, kalau positif baru diobati.

Audio: Suasana Desa Limbangan Banjarnegara

Senjata pamungkas yang masih dipakai sampai sekarang adalah kelambu. Ini adalah penangkal paling mudah dan murah bagi warga Banjarnegara untuk terhindar dari serangan nyamuk malaria. Semua rumah penduduk wajib dilengkapi kelambu. Kalau ada yang tak mampu beli kelambu, pemerintah daerah siap membantu.

Audio: Untuk hindari kontak nyamuk. Ada dana dari APBD untuk pengadaan kelambu. Di dinas kesehatan, di gudang, masih ada stok kelambu. kalau di daerah yang kita programkan, ternyata semua program ini nggak bisa, terakhir, kelambu inilah yang kita serahkan.
Audio: Suasana Desa Limbangan Banjarnegara

Kini perang berhasil dimenangkan warga Banjarnegara. Memang, kadang masih ada saja yang tumbang gara-gara malaria. Tapi Bupati Banjarnegara Djasri memastikan, angka kasus malaria sudah turun drastic sejak program Gebrak Malaria dijalankan.

Audio: Tugas kita menjaga meningkatkan supaya tidak muncul lagi malaria. 0,18 per seribu, sekarang kasusnya seperti itu. Dan itu tidak murni dari banjarnegara. Ada juga yang bekerja di luar daerah, ke sini malah datang membawa malaria.

Lembar sejarah malaria sudah ditutup. Masyarakat Banjarnegara sudah berhasil diajak hidup bersih, sebagai langkah pertama menghadang malaria. Kini tinggal putar otak bagaimana menangkal malaria yang datang dari daerah lain.
Audio: Suasana Desa Limbangan Banjarnegara


[Humto Jaya Marbun |KBR68H]


foto: www.geocities.com

Thursday, January 22, 2009

Wisata di Titik Kulminasi


KBR68H ingin berbagi kebahagiaan dengan Anda. Feature berjudul 'Wisata di Titik Kulminasi' baru saja memenangkan penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia yang diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Feature itu dimuat di rubrik SAGA, karya Heriyanto, kontributor KBR68H di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kota Pontianak di Kalimantan Barat adalah satu-satunya kota yang persis dibelah oleh garis Katulistiwa. Kalau berkunjung ke sana, jangan lupa mampir ke Tugu Khatulistiwa, terutama pada Maret dan September. Saat itu, akan terjadi titik kulminasi, di mana semua benda tidak punya bayangan. Kontributor KBR68H di Pontianak Heriyanto datang ke Tugu Khatulistiwa dan berwisata saat puncak titik kulminasi. Ceritanya dibawakan Besty Siregar.

Audio: Suasana musik dan suara suling pembuka acara
Wajah-wajah gembira bercampur heran terlihat di Tugu Khatulistiwa. Tak lama, orang-orang pun bertepuk tangan ketika peristiwa yang dinantikan tiba. Semua orang sibuk melihat ke arah bawah, mencoba mencari bayangan tubuhnya. Bayangan mereka menghilang, padahal matahari bersinar terik persis di atas kepala.

Audio: Suasana menjelang titik kulminasi

Mishra sampai berkali-kali pindah tempat. Ia masih terus mencari bayangannya. Orang-orang di sekitar Mishra, juga benda lainnya, semua tak punya bayangan. Tiang bendera yang menjulang tinggi, juga tak punya bayangan.

Audio: MC menjelaskan soal titik kulminasi

Tanggal 23 September lalu adalah hari istimewa. Saat inilah semua bisa menyaksikan peristiwa yang hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan September. Peristiwa ini disebut peristiwa kulminasi, saat matahari melintasi garis katulistiwa. Saat itulah, semua benda kehilangan bayangan mereka.

Tempat yang paling tepat untuk merayakan peristiwa kulminasi ini adalah Tugu Khatulistiwa, Pontianak.

Audio: Keliatannya bagus sekali, kita baru tahu tanggal 23 matahari persis di atas kepala sini, jadi kita datang liat-liat aja. Dari jauh-jauh dari Jakarta, khusus buat lihat-lihat aja. Apalagi ini di Equator ya memang ya sekali aja setahun ini, khusus di negara tertentu di equator lewatnya tertentu.

Mishra adalah warga keturunan India yang sudah lama menetap di Jakarta. Sudah lama ia mendengar soal peristiwa kulminasi, tapi baru tahun ini keinginannya terwujud. Ia datang bersama istrinya. Rasa penasarannya pun terobati.

Audio: Kemarin kita datang jadi saya lihat tanggal 23 ada pesta seni, jadi kita kembali lagi hari ini, tanggal 23 kita ke Singkawang tahu tanggal 23 ada pesta kita kembali lagi hari ini mau lihat-lihat aja. Baik sekali, semua enak buat turis tempatnya cocok sekali

Ada banyak wisatawan asing yang datang ke Tugu Katulistiwa hari itu. Kan Pui Fat terbang dari Hongkong menuju Pontianak karena sudah sangat lama memendam keinginan berada di kota yang dilintasi garis katulistiwa. Ini sudah sejak Kan Pui Fat duduk di bangku sekolah, saat belajar tentang geografi. Di situ tertera informasi soal Tugu Katulistiwa yang dilalui garis lintang 0 derajat, garis katulistiwa.

Audio: When I was in secondary school in one subject I knew famous located in Pontianak, in my mind I remember that, but I dont have a time, but now I am very happy to day after I have crossing to the equators, know I came here, I am very happy [Ketika saya masih sekolah di SD, ada satu pelajaran yang bercerita tentang Tugu Khatulistiwa, saya masih ingat. Tetapi saya belum berkesempatan untuk mengunjunginya. Sekarang saya sangat senang karena bisa mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Sekarang saya di sini, saya sangat senang]

Ada juga yang secara tidak sengaja ikut dalam perayaan peristiwa kulminasi di Tugu Katulistiwa. Misalnya Burhanudin, warga Makassar, Sulawesi Selatan, tak sengaja datang ke Pontianak. Kebetulan diajak temannya, Burhanudin ikut serta.

Audio: Saya berasal dari Makasar kebetulan tugas di sini, saya sempatkan berkunjung ke monumen khatulistiwa ini, kalau di Makasar cukup tenar juga nama tugu ini, jadi saya selaku orang makasar kepiingin melihat bagaimana sih bentuk tugu ini.

Setiap 21-23 Maret dan 23 September, selalu ada peristiwa unik yang disebut titik kulminasi. Saat itu, matahari tepat berada di tengah titik khayal katulistiwa. Pemandu wisata di Tuku Katulistiwa, Kasnawi.

Audio: Titik kulminasi itu adalah suatu peristiwa alam di mana pada waktu itu matahari tepat berada di garis khatulisyiwa. Kulminasi sendiri adalah artinya klimak atau puncak. Titik tertinggi matahari atau titik keseimbangan matahari, kalau di khatulistiwa khan berarti di tengah, balance dia, jadi matahari tidak di utara tidak di selatan namun berada di tengah atau garis lintang 0 derajat

Karena posisi matahari tegak lurus, maka semua benda tegak yang ada di Tugu Katulistiwa saat itu tidak punya bayangan. Begitu juga tugu itu sendiri, tanpa bayangan, karena tugu terletak persis di garis lintang nol derajat. Peristiwa menghilangnya bayangan biasanya berlangsung selama 3 menit, dari pukul 11.46 sampai pukul 11.49.

Audio: Sehingga pada waktu itu bayangan benda-benda yang tegak lurus di sekitar tugu khatulistiwa akan hilang bayangannya dalam beberapa menit. Ada rentang waktinya ada tanggalnya, ada timingnya, jadi bukan sembarang waktu kejadian itu. Yang jelas setahun 2 kali, Maret dan September. Setiap tanggal 21-23 maret dan september. Kemungkinan dia 23, kemungkinan 21 atau 22.

Audio: Suasana atraksi budaya

Apa saja keistimewaan dari Tugu Katulistiwa yang terletak di lintang nol derajat ini?

Audio: Lagu Sungai Kapuas

Tugu Katulistiwa adalah ikon kota Pontianak. Tak lengkap rasanya datang ke Pontianak tanpa menyempatkan diri ke tugu ini. Letaknya tak jauh dari Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.

Tugu Katulistiewa didirikan pada 1928, oleh sebuah ekspedisi internasional yang dipimpin pakar geografi Belanda. Dengan perhitungan astronomi, ditetapkanlah sebuah titik sebagai penanda lintang nol derajat. Di situ lantas dibangun tugu, kata Kepala Tugu Katulistiwa, Heri Adha Sunarso.

Audio: Berdasarkan catatan dibangun oleh tim dari Belanda tim geograpi pada tahun 28. Jadi pertama kali dibangun pada 28 dengan beberapa kali perubahan, kemudian terakhir kali dirubah pada tahun 38 oleh Pak Silaban arsitek kita, setelah itu pada tahun 1991 dibangun kubahnya atau penutup untuk melindungi dari alam dan orang yang tidak bertanggung jawab

Selain berada persis di garis lintang, ada juga yang percaya keunikan yang ditawarkan Tugu Katulistiwa. Menurut penelitian dari Jepang, tingkat grafitasi yang absolut di wilayah katulistiwa dianggap bisa membantu terapi kegemukan.

Pramuwista Tugu Katulistiwa, Kasnawi.

Audio: Matahari berkulminasi itu menurut ahli geologi berat badan bisa berkurang beberapa gram kalau dia datang ke khatulistiwa ini, ini bisa dikatakan sebagai therapy alam makanya bagi yang mengalami obesitas bisa datang ke khatulistiwa pada Maret dan September bisa langsing secara bertahap. Kenapa? Karena padamatahri berkulminasi ini gaya grafitasi meningkat sehingga mempengaruhi berat benda-benda. Sehingga secara langsung berat benda berkurang

Tahun 2006, posisi titik 0 derajat di Tugu Katulistiwa diukur ulang oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, BPPT. Rupanya ada pergeseran, yaitu bergeser 115 meter ke arah selatan. Perbedaan ini karena dulu posisi titik 0 derajat diukur dengan perhitungan astronomi, kini dihitung dengan satelit.

Kepala Tugu Katulistiwa, Heri Adha Sunarso.

Audio: Bukan pergeseran sih hanya perbedaan penentuan aja, jika dulu pada tahun 28 itu belum ada yang namanya GPS, mereka masih menentukan dengan astronomi atau ilmu bintang segala macam. kalau sekarang khan sudah lebih canggih, ya posisi pasnya sekitar beberapa ratus meter dari yang asli ke arah sungai.

Audio: Lagu Sungai Kapuas

Saat terjadi peristiwa titik kulminasi pada Maret dan September, ada banyak acara kebudayaan digelar di sini. Pemandu wisata di Tuku Katulistiwa, Kasnawi, bercerita soal acara yang digelar untuk bulan September lalu.

Audio: Peristiwa di titik kulminasi di khatulistiwa ini sudah jadi kalender of even, makanya setiap peringatan kulminasi ini disuguhkanlah berbagai macam atraksi seni dan budaya dari berbagai sanggar seni di Pontianak yang mewakili berbagai etnik di Pontianak baik Melayu, Dayak, Chines, Jawa, yang kita suguhkan pada pengunjung atau tamu syang datang saat itu.

Pesona Tugu Katulistiwa terbukti masih berhasil menyedot perhatian wisatawan, termasuk dari luar negeri. Angka terakhir menunjukkan ada 28 ribuan wisatawan berkunjung ke Pontianak tiap tahun, dengan 500 diantaranya turis asing.

Kepala Tugu Katulistiwa, Heri Adha Sunarso.

Audio: Dari dalam negeri ada 10 besarnya, untuk wisatawan luar negeri paling banyak dari malaysia karena ada jalan daratnya, kalau wisatawan nusantara paling banyak selain Kalbar dari Jakarta. Kalau titik kulminasi itu minus 1 plus 1. Jadi karena tiga hari biasanya tanggal 21 22 23 itu sudah ramai.

Pariwisata di Tugu Katulistiwa tak hanya membawa decak kagum para turis yang mendadak kehilangan bayangan mereka, tapi juga membawa kegembiraan bagi warga sekitar. Suhartini selalu berjualan ketika perayaan titik kulminasi tiba. Lumayan, hasilnya bisa sampai jutaan rupiah.

Audio: Otomatislah ye karena ada pariwisata di sini di tugu besar ini paling ndak kita mendapatkan keuntungan juga, rejeki. Kalau pas ramai sekali, pas ramai sekali tiga jutaan ade, kalau yang ndak yaa biasanya kadang-kadang seratus lebih tapi kalau nggak ada tamu sama sekali ya nggak ada laku..

Satu hal yang masih jadi PR pengelola Tugu Katulistiwa adalah soal fasilitas. Burhanudin, salah satu pengunjung dari Makassar Sulawesi Selatan, mengusulkan penambahan fasilitas, yang bisa menambah pengetahuan orang soal tugu.

Audio: Bagus, cuma perlu perawatan di sekitar lokasi tugu, karena kalau seperti di Sulawesi Selatan itu benda-benda sejarah itu seperti misalnya di Makasar sana ada namanya Benteng Somba Opu pemerintah daerah setempat cukup serius dalam penanganan budaya-budaya ini dalam kaitannya kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional.

Sementara Ratih, pengunjung lokal dari Pontianak, mengusulkan tambahan fasilitas sehingga pengunjung merasa lebih nyaman.

Audio: Sebaiknya fasilitas yang ada di sana dibangun sedemikian rupa, seperti tempat rekreasi sesungguhnya, seperti taman perlu ada fasilitas buat pengunjung tambah misalnya ada tempat duduknya dan ada juga tempat abrasinya ditata sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa mancing atau juga bisa menikmati sungai di sana

Pemerintah Kota Pontianak bukannya tak punya rencana. Mereka bercita-cita memiliki Sundial Grand Desain Katulistiwa, di mana kompleks sekitar Tugu Katulistiwa akan dibangun secara lebih modern. Akan ada banyak fasilitas wisata penunjang.

Tapi rencana sebesar itu tentu butuh uang banyak. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pontianak Sugeng Harjo Subandi mengatakan, itu dia yang belum terkumpul.
Audio: Sundial Grand Desain Khatulistiwa akan dikembangkan ke sana, permasalahan sekarang kalau bisa kita publis, sekarang khan yang bisa membiayai proyek-proyek raksasa itu swasta, kita susdah menyiapkan tata ruangnya nanti kita publiskan, ya mudah-mudahanlah ada pihak swasta yang bisa berperan serta.

Masyarakat Pariwisata Indonesia di Kalimantan Barat berharap banyak dengan rencana Sundial Grand Desain Katulistiwa ini. Ketua MPI Kalbar Martias mengatakan, mudah-mudahan ini ikut mendongkrak jumlah wisatawan.

Audio: Jika Sundial ini terjadi maka multiflier effect terhadap masyarakat sekitar ini akan luar biasa dan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota pontianak. Kita akan membuat pintu masuk, kota pontianak merupakan pintu masuknya. Audio: Suasana musik dan suara suling pembuka acara

Jadi, mampirlah ke Tugu Katulistiwa di Pontianak. Begitu pulang, Anda akan mengantongi sertifikat perlintasan, sebagai bukti kunjungan mereka ke garis lintang nol derajat. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pontianak Sugeng Haryo Subandi.

Audio: Kita baru meningkatkan view pemandangan di khatulistiwa dan siapa saja yang datang ke situ kita beri sertificate accros line jadi sebagai bukti telah datang di titik belahan bumi utara bumi selatan, jadi sudah datang ke situ kita beri sertifikat.

Setiap Maret dan September, nikmatilah saat-saat Anda kehilangan bayangan tubuh Anda di Tugu Katulistiwa.

Audio: Suasana musik melayu


[Heriyanto |KBR68H]

BBM Turun Bukan Prestasi


Untuk ketiga kalinya Pemerintahan Yudhoyono-Jusuf Kalla menurunkan harga BBM. Mulai 15 Januari 2009 ini turun menjadi 4.500 rupiah. Bagi para pendukung Yudhoyono, penurunan ini dianggap prestasi karena dalam sejarah republik berdiri, baru kali ini ada penurunan BBM. Namun di mata lawan politiknya, penurunan BBM tidak istimewa karena harga minyak dunia yang menjadi patokan harga BBM juga telah turun. Apalagi, penurunan BBM tidak diikuti penurunan harga kebutuhan lainnya. Bagaimana sikap masyarakat soal turunnya harga BBM ini? Berikut laporan yang disusun Reporter KBR68H Budhi Kurniawan.

Audio: Suasana terminal

Pagi-pagi sekali, Ambar Supriyadi sudah tiba di Terminal Bus Rawamangun, Jakarta. Ini hari pertama pasca pengumuman pemerintah yang menurunkan harga BBM di bulan Januari 2009. Berarti, kali ketiga dalam dua bulan belakangan. Ambar hendak berangkat ke Solo, menumpang bus Rosalia Indah.

Karena sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah, Ambar berharap, tariff angkutan umum sudah turun. Tapi Ambar keliru. Harga tiket bus tetap sama dengan harga tiket dua pekan sebelumnya. Padahal menurut logika Ambar, jika harga BBM turun, sudah semestinya tariff angkutan ikut turun.

Audio: Seharusnya kan premium turun kalau premium turun ya tarif turun. itu konsekuensinya. kalau ngga begitu apa artinya penurunan BBM.

Kalau versi pengemudi angkutan umum, tarif angkutan tak turun karena tidak ada penurunan target setoan. Suyanto, supir angkutan di Rembang, Jawa Tengah.

Audio: Seperti biasa saja. Tak ada pengaruh. kalau seperti dulu, kenaikan 100 persen, itu penumpang langsung kurang

Di Maluku Utara, supir angkot juga tidak langsung menurunkan tarif angkutan begitu harga BBM turun. Alasan mereka, belum ada instruksi dari Pemerintah Kota soal ini. Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara Syarif Mopeng mengaku belum menerima Surat Keputusan Menteri Perhubungan untuk menurunka tarif.

Audio: Diturunkan 5000 ribu kemudian diturunkan lagi 4500 itu keputusan pemerintah. Persoalan sekarang setiap langkah yang turun bukan semaunya dinas perhubungan menurunkan. Tapi harus berdasar aturan yang baku, baik dari pemko atau dari Departrtemen perhubugan.

Audio: Suasana metro mini, kenek manggil penumpang

Meski sudah ada woro-woro dari Pemerintah, toh di lapangan tarif angkutan tak serta merta turun. Induk Organisasi Angkutan Darat ORGANDA beralasan, masih berhitung prosentase ideal penurunan tarif. Cara menghitungnya, kata Ketua Umum DPP ORGANDA Murphy Hutagalung, misalnya dengan mempertimbangkan mahalnya harga suku cadang dan komponen lainnya. Karenanya, ORGANA baru akan memberlakukan tarif baru angkutan umum akhir bulan ini.

Audio: Kalau kita ambil dari BBM saja itu hanya bisa menurunkan 5 persen. Tapi di dalam operasional, BBM itu hanya salah satu komponen. Sedang komponen lain banyak yang terkait seperti spare part. spare part sekarang kondisnya dengan kurs yang cukup tinggi juga melambungnya cukup besar.

Tambahin suara metro mini, kenek manggil penumpang

Lambannya kebijakan penurunan tarif dari ORGANDA itu tak sejalan dengan permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat mengumumkan penurunan BBM 12 Januari silam, Presiden Yudhoyono meminta tarif angkutan umum bisa turun sampai 10 persen. Kata Yudhoyono, penurunan tarif angkutan umum diperlukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Audio: Penurunan harga BBM dihitung dapat menurunkan hingga 10 persen tarif angkutan kita. Kebiajakn ditangan pemerintah pusat akan berlaku mulai 15 januari 209 bertepatan penurunan harga bbm.
Audio: Suasana kereta api

Yang harganya justru turun adalah tarif kereta api. PT Kereta Api Indonesia menurunkan tarif angkutan kereta api luar kota untuk kelas ekonomi sebesar 8 persen. Juru bicara PT Kereta Api Indonesia Ahmad Sujadi mengatakan, besaran penurunan tarif itu sekitar 4 ribu rupiah.

Audio: Ini kan kelas ekonomi keputusan dari pemerintah, penurunan harga BBM yaitu solar tentunya berpengaruh terhadap biaya opeasi khususnya kereta api ekonomi karena kan menggunakan lokomotif. Keputusan pemerinta menurunkan tarif ekonomi 8 persen lah sekita 4 ribu rupiah

Dengan tarif baru itu, kata Ahmad Sujadi, tarif kereta api ekonomi untuk jurusan Pasar Senen ke Malang, misalnya, turun dari 55 ribu rupiah menjadi 51 rupiah. Kata Ahmad, penurunan tarif ini hanya untuk kelas ekonomi untuk jarak menengah dan jauh. Tarif kereta api ekonomi untuk jarak dekat tidak ikut turun karena harganya sudah murah.

Yang masih berharap bisa turun adalah harga bahan baku produk makanan dan minuman. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia GAPMI Thomas Darmawan mengatakan, secara bertahap, makanan dan minuman akan turun 5-10 persen.

Audio: Saya memperkirankan trend kedepan produk makanan akan turun 5-10%. Mungkin setekah BBM tanggal 15, setelah imlek akan ada penurunan. Mungkin tidak seragam tapi ada yang turun 5%, 12% atau ada yang tidak turun, tapi ukurannya lebih besar.

Tidak ikut turunnya harga berbagai barang kebutuhan, meski harga BBM sudah turun tiga kali, sudah bisa diduga sejak awal. Pengamat ekonomi dari Indef, Aviliani, mengatakan harga sulit diturunkan karena ketika pemerintah pertama kali menaikan harga BBM lalu, harga-harga barang telah terlanjur naik. Dan barang-barang inilah, kata Aviliani, yang kini tersedia di pasaran.

Audio: Tidak akan berdampak pada penurunan. dan itu kan sudah terlihat, penurunan pertama inflasi tetap ada. harusnya dfelasi. dan desember ternyatac deflasinya hanya 0,0 sekian. padah penurunan BBMnya cukup lumayan. jadi itu saya lihat kurag ada signifikasi terhadap penurunan.

Audio: Iklan Partai Demokrat

Tapi lihatlah iklan di media. Partai Demokrat sudah beriklan, mengklaim tiga kali harga BBM turun sebagai suatu prestasi pemerintahan Presiden Yudhoyono. Apakah ini betul-betul bisa dianggap sebagai suatu prestasi? Bukankah harga minyak dunia memang tengah merosot turun?

Audio: Iklan Partai Demokrat

Iklan ini kerap diputar di berbagai media. Iklan bikinan Partai Demokrat ini mengklaim penurunan BBM sebagai salah satu bukti keberhasilan Pemerintahan Yudhoyono. Iklan ini merambah di radio, juga koran dan televisi.

Padahal turunnya harga BBM tak bisa seenaknya diklaim sebagai hasil kebijakan Presiden Yudhoyono. Pengamat ekonomi Indef Aviliani menambahkan, faktor luar negeri justru yang paling berperan dalam turunnya harga BBM. Harga minyak mentah dunia yang pada pertengahan tahun lalu di atas angka 100 dollar per barel, kini sudah di bawah 50 dollar per barel. Saat itu, pemerintah menaikkan harga BBM dalam negeri untuk mengimbangi dengan harga minyak dunia. Premium sempat mencapai harga Rp 6.000,-/liter dari sebelumnya Rp 4.500,-/liter. Solar yang semula Rp 4.300/liter naik menjadi Rp 5.500,-/liter. Dengan begitu, logika yang sama harusnya berlaku di sini, kata Aviliani, pemerintah menurunkan harga BBM dalam negeri karena harga minyak dunia sudah turun.

Audio: Karena ini kan lebih disebabkan faktor eksternal penurunan harga ini sehingga memang kalau pemerintah tidak menurunkan harga itu artinya pemerintah sudah disubsidi tapi tetap harganya tinggi. Dalam ssejarah baru sekarang turun karena memang dalam sejarah BBM baru sekarang naiknya signifikan, turunnya signifikan. Bukan kerja SBY. Kerjanya SBY dalam menurnkannya, tapi kenapa diturunkan karen faktior eksternal.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi Energi DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Efendi Simbolon. Menurut dia, penurunan harga BBM tak bisa diklaim sebagai prestasi Presiden Yudhoyono. Pemerintah, kata Efendi, terlalu mendramatisir penurunan harga BBM.

Audio: Tidak perlu dibawa-bawa ke sidang kabinet apalagi yang mengumumkan presiden. Saya kira tak perlulah, kecuali karena upayanya pemerintah. Kita harus sampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan upaya. Ini memang secara otomatis akan menyesuaikian harga keekonomiannya yang selama ini oleh pemrintah diatur-atur. Pada waktu naik, alasannya karena kenaikan harga bahan baku. Nah sekarang kalau sekarang bahan bakunya turun masa tak ikut turun ?

Anggota Komisi Energi DPR dari Fraksi Golkar Airlangga Hartanto berpendapat serupa. Turunnya harga BBM, kata Airlanga, tak bisa dibandingkan dengan Tarif Dasar Listrik yang masih disubsidi.

Audio: Kalau harga BBM memang sudah sewajarnya turun karena memang harga minyak dunia sudah sewajarnya turun. (Tapi kalau bicara TDL sekarang kan harga jual listrik lebh rendah dari pada harga produksi. kaitannya dengan subsidi yang masih tinggi di sektor kelistrikan

Kesimpulannya, turunnya harga BBM adalah suatu keniscayaan, karena harga minyak dunia sudah turun.

Dan tren penurunan harga minyak dunia itu dimanfaatkan secara cerdas oleh Presiden Yudhoyono untuk mendongkrak popularitas jelang pemilu presiden 2009. Pengamat politik dari Charta Politica, Burhanudin Muhtadi, mengatakan salah satunya dengan menurunkan harga bbm dalam negeri secara berkala, tidak sekaligus. Kata Burhan, ini berdampak pada hasil survei sejumlh lembaga yang menunjukkan pamor Yudhoyono meningkat jika dibandingkan pertengahan tahun lalu ketika pemerintah menaikkan harga bbm.

Audio: Pada saat itu Megawati, popularitas dan elektabilitasnya di atas SBY pada Juni 2008. Tapi ketika September-Oktober-Vovember-Desember,dan Januari ini, SBY sudah 3 kali menurunkan BBM, konstalasi politik menurut survey berubah. SBY sekarang leading di kisaran 42-43 persen, jauh melampaui Megawati yang sempat meminpin perolehan poling pada Juni 2008.

Apalagi, Presiden selalu berada di depan setiap kali kebijakan penurunan harga BBM diumumkan kepada masyarakat. Berbeda dengan saat pengumuman naiknya harga BBM. Presiden menugaskan menterinya untuk mengumumkan.

Audio: Dan ada hal-hal yang kurang etis, beberapa sumber saya di Partai Golkar merasa marah, kurang setuju karena solah-olah penurunan harga BBM, diambil kreditnya oleh SBY dan Demokrat. Ketika hal-hal yang terkait dengan kebijakan yang tidak populer, JK diminta berdiri paling depan. Tapi ketika terkait kebijakan populis seperti penurunan BBM, SBY yang tampil di depan. Akhirnya SBY mendapat keridir dari kebhijakan yang populis itu

Di saat yang sama, iklan Partai Demokrat langsung membanjir begitu pengumuman turunnya harga BBM.

Audio: Iklan Partai Demokrat

Pemerintah membantah penurunan BBM terkait Pemilu 2009. Di hadapan 300 legiun veteran di istana negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, penurunan harga BBM tidak ada kaitannya dengan semakin dekatnya Pemilu.

Audio: Suasana terminal

Boleh saja pemerintah mengklaim penurunan harga BBM ini sebagai prestasi menjelang akhir kepemimpinan. Tapi bagi sebagian warga, harga BBM turun tak mengubah banyak hal.

Audio: Ngga pengaruh sama sekali.Semua kebutuhan malah tambah naik. Belanjaan malah tambah mahal Kayak tomat, cabe, kol, timun, semua naik. Ngga ada pengaruh. Harga-harga sembako malah naik. Timun bisanaya 2 ribu sekarang 3500 sekarang 4 ribu. Tomat bisanya 5000 sekatang 10 ribu. Minyak mau naik lagi.Gula/ Makan di warteg tetap mahal.Dulu warteg idola anak kos sekarang mahal juga.


[Budhi Kurniawan | KBR68H]


foto:
www.presidensby.info/