Wednesday, March 25, 2009

Peta Hijau Jakarta


Hidup di belantara ibukota Jakarta bisa bikin sumpek. Mencari ruang terbuka hijau sama sulitnya dengan mencari jarum di tengah tumpukan jerami. Kalau di Jakarta, lebih mudah mencari sampah, permukiman tidak pada lahan peruntukannya, atau gedung-gedung bertingkat. Kini warga Jakarta boleh berlega hati dengan adanya Peta Hijau Jakarta. Dengan selembar peta ini, warga bisa menemukan tempat-tempat hijau yang ramah lingkungan, yang mungkin tak diketahui sebelumnya. Reporter KBR68H Dede Riani ikut menelusuri titik-titik di Peta Hijau Jakarta.



Apa yang terlintas di kepala Anda kalau mendengar kata ’peta hijau’?

Audio: voxpop_(Tau ada peta hijau?) Gak tahu. (Yang kamu pikirkan soal peta hijau?) Peta hijau..saya ga ga tahu mbak peta hijau hmm..P E T A H I J A U itu kaya apa yaa mbak..? daerah-daerah yang perlu penghijauan atau gimana? Wuuu saya gak tahu..? (Yang kamu tahu memangnya soal peta apa aja?) Itu mungkin atlas doank, global,bunderan kaya gitu..

Lembaran kertasnya memang berwarna hijau. Tapi pesan hijau yang dibawa peta ini lebih dari sekadar warna.

Audio: Suasana Bus Trans Jakarta

Arif Darmawang atau Awang adalah salah satu relawan di balik pembuatan Peta Hijau Jakarta. Selembar peta berukuran 60X40 senti meter ini adalah peta yang berisi titik-titik hijau dan ramah lingkungan, sosial dan budaya di tengah belantara Jakarta. Ada taman, lapangan bola, tempat pembuatan pupuk organik, perpustakaan, museum dan banyak lainnya.

Titik-titik ini ditemukan lewat penelusuran yang berlangsung selama 9 bulan. Tiap kali agenda survei digelar, maka 20 sampai 30 relawan yang langsung merapatkan barisan. Mereka lantas dibagi dalam 5 kelompok, disebar ke berbagai titik. Misalnya di sepanjang jalur Kereta Api Listrik Tebet, Stasiun Gondangdia Cikini hingga Stasiun Kota.

Saat itu, Awang kebagian jatah mensurvei titik-titik hijau yang ada di salah satu rute koridor bus Transjakarta.
Audio: Kita biasanya ngumpul untuk briefing sebentar tentang pembagian kelompok, misalnya jalur busway. Anggap saja, Itu berapa orang? Misalnya kali ini yang berkumpul adalah 30 orang kita bagi jadi 5 jadi 6 orang, 6 orang ..Nah dari 6 orang tadi kan 5 kelompok kita survey 5 koridor dari koridor satu, 2 sampe koridor 5, nah dari 6 orang tadi dalam satu koridor kita bagi lagi misalnya dari Pulogadung ke Matraman, ke Dukuh Atas itu 6 orang kita bagi 3 lagi..jadi dari panjang dari koridor tadi

Koridor yang disurvei Awang adalah jurusan Pulogadung – Dukuh Atas. Di koridor ini, timnya dibebaskan untuk menelusuri titik mana yang masuk kategori hijau. Untuk itu mereka berjalan kaki dari satu halte ke halte lain di radius satu kilometer. Sumber informasi untuk penelusuran ini adalah warga setempat.

Audio: Boleh jalan terus nanya-nanya masyarakat sekitar situ, nah disitu dia Alangkah baiknya kalo yang melakukan pemetaan tadi adalah yang terbiasa dengan jalur tersebut, makanya dia sudah tau kurang lebih ooohh disitu ada penjual sayuran organik, ooh disitu ada perpustakaan umum, jadi lebih enak sih..gak meraba-raba kita mau kemana tanya-tanya orang tapi sudah sebelum jalan tadi pun kita sudah punya pemetaan atau dalam tanda kutip sudah punya tujuan untuk kali ini, kita akan ke situ situ, karena dia mendekati dengan jalur yang saya akan petakan

Audio: Suasana orang jalan di sepanjang jembatan busway

Bermodalkan peta Jakarta dan kamera, penelusuran pun dimulai. Awang dan ketiga temannya beraksi, mencari dan menandai titik-titik hijau Jakarta. Ketika ia sampai di Jalan Pramuka, ia menemukan sebuah perpustakaan umum. Perpustakaan termasuk titik hijau yang perlu ditandai karena di perpustakaan, orang bisa saling berinteraksi dan saling belajar.
Audio: Menandainya sendiri masing-masing tadi kan bawaaa, apa namanya peta umum sama kamera, sehingga sudah ditandai klo di LIA di Jalan Pramuka itu ada LIA pusat Inggris itu, pusat bimbingan Inggris LIA, disitu ada perpustakaan umum yaa kita tandai di situ bahwa disitu ada perpustakaan umum, kita foto dalam-dalamnya, dia buka dari jam berapa sampe jam berapa, artinya info yang ada diperpustakaan itu, kita gali, sehingga nanti penulisan di peta hijau itu nantinya juga cukup komplit, informatif artinya infonya tidak setengah-setengah

Audio: Suasana Jalan Cakung, Cilincing Jakarta Utara

Setiap kali sebuah titik hijau ditemukan, rasanya senang bukan kepalang. Lelah setelah berjalan kaki, di bawah terik matahari, bertempur dengan debu, kontan terbayarkan. Seperti ketika Awang dan teman-temannya menemukan titik hijau di daerah Cakung Cilincing Jakarta Utara yaitu tempat daur ulang sampah. Awang mengaku tak pernah tahu ada tempat ini.
Audio: Yaa kita kasih contohnya yang lebih spesifik seperti tempat bikin kompos, oohh ditunjukin dunk sama dia,, ditunjuki oo disana diseberang, pake ini segala yang perahu, perahu getek..pake perahu getek yang bayar gopek gitu sekali nyebrang, nah dia lokasinya diseberang itu ternyata dan disitu lah ketemu lokasinya buat bikin kompos cukup besar milik Pemda Jakarta Timur yaa, pas pulang saya tuh sama temen saya tuh merasa walaupun capenya seperti apa tapi kita menemukan tempat yang menjadi tanda standar set ikon jadi kita merasa berhasil gitu rasanya..puas yaa? Yaa kepuasannya disitu sih

Temuan Awang dan teman-teman lantas digabungkan dengan hasil penelusuran tim lainnya yang disebar untuk mensurvei titik-titik hijau se-Jakarta. Tak melulu hal-hal berbau lingkungan yang masuk ke dalam peta ini.

Audio: Secara Internasional pertama kali itu saya baca-baca memang dia berusaha memetakan tempat yang hijau..dalam arti hijau disini bukan berarti selalu pohon yaahh..tapi sustainable living seperti yaa tempat yang bermanfaat bagi masyarakat luas tempat yang bisa berkelanjutan

Karenanya, titik hijau yang berhasil dikumpulkan sangat beragam. Dari perpustakaan sampai tempat pengamatan burung; dari mal ramah lingkungan sampai situs bersejarah; dan lainnya. Titik-titik hijau tersebut lantas diubah menjadi lambang khusus, alias ikon. Ikon ini tentu tak sembarangan, karena mengacu ke standar Green Map International yang dipakai di dunia. Misalnya perpustakaan dengan ikon buku, sementara kampung hijau ditandai dengan tiga rumah berhimpitan membentuk segitiga.

Audio: Suasana jalan ibu kota
Kesannya sederhana, padahal membuat Peta Hijau ini sungguh rumit. Survei dilakukan enam kali, tiap dua pekan. Tiap survei berarti relawan harus dikumpulkan, lantas dikerahkan ke penjuru Jakarta. Ini tentu butuh uang. Koordinator Peta Hijau Jakarta 2009 Nirwono Joga mengatakan, total pembuatan peta ini menghabiskan uang 30 juta rupiah. Dana digalang dari donatur serta dari kantong para relawan pembuat peta.
Audio: Yaa dari donor, dari apa, ada beberapa perusahaan, seperti perusahaan hotel, kemudian ada juga kantor-kator dari para anggota sendiri yang memberikan sumbangan dan itu juga angkanya relatif tak begitu besar karena biaya yang dikeluarkan baru sekitar biaya survey dan juga biaya aaaaa konsumsi untuk survey dan rapat serta tiket untuk survey lapangan itu saja sedangkan biaya yang cukup besar adalah biaya cetak dan launching saja

Sebelumnya, pada 2001 sampai 2005 sudah diluncurkan Peta Hijau yang sifatnya per wilayah. Yang sudah ada misalnya Peta Hijau Kemang, Kebayoran Baru, Kota Tua dan Menteng. Ketiga wilayah itu diutamakan karena menjadi tempat berkumpulnya sejumlah komunitas seperti Peta Hijau Jakarta, Green Lifestyle, Sahabat Museum dan Bike To Work.

Peta Hijau yang dibuat kali ini adalah peta hijau yang merangkum titik-titik hijau di seluruh Jakarta. Yang juga membedakan adalah peta ini juga memasukkan rute bus TransJakarta, Kereta Rel Listrik KRL serta daerah yang ramah dan bisa dilewati sepeda, kata Nirwono.

Audio: Peta hijau yang tahun 2009 ini berbeda dengan peta-peta hijau terdahulu klo peta-peta hijau dahulu lebih pada pemetaan lokasi-lokasi hijau per kawasan nah klo yang ini kita menggambarkan seluruh Jakarta berbasis transportasi masal tadi, intinya kita mendorong untuk mengeksplore yaa wilayah-wilayah hijau di Jakarta dengan meninggalkan kendaraan pribadi dan motor

Audio: Yaa mohon perhatiannya sekarang kita akan mulai belajar pake peta ini, petanya harap dikeluarkan semua... (lalu fade under) kita akan mengunjungi titik-titik yang ada di peta ini pada rute halte polda sampe dengan monas..

Akhirnya Peta Hijau Jakarta rampung dan diluncurkan pada pertengahan Maret kemarin.
Audio:
yaa cara membaca peta ini..jadi peta ini terdapat tiga jalur, ada jalur kereta yang berwarna merah, truss jalur busway berwarna biru dan jalur sepeda garis titik-tik berwarna orange… Atas pertimbangan di biru-biru di atas, makanya suasana Niken ini dipecah dua, diseling oleh narasi sekalimat di bawah ini. Gituh.

Peluncuran Peta Hijau Jakarta 2009 ditandai dengan tur ke titik-titik yang ada di dalam peta tersebut. Tentu tidak mungkin ke total 100 titik hijau yang ada di sana. Tur dilakukan dengan menggunakan bus TransJakarta, juga sepeda. Tujuan plesir adalah mengetahui tempat-tempat mana di Jakarta yang ramah lingkungan, sosial dan budaya.

Ada sekitar 100 orangyang ikut tur Peta Hijau. Rombongan berkumpul di Hutan Krida Loka, di Gelora Bung Karno Senayan. Tur dimulai dari hutan kota itu sampai ke Museum Taman Prasasti.

Audio: Suasana peluncuran Peta Hijau

Farah Kana Rasyid, salah satu peserta, sangat antusias mengikuti tur dengan panduan Peta Hijau Jakarta.

Audio: Yaa excited ternyata banyak bgt yang saya gak tahu..apa aja tuh yang kamu gak tau? Salah satunya seperti taman prasasti ini yang kita datangi ini, jujur saja saya blm pernah kesini dan jadi agak-agak sedikit maluuu sih yah sebenarnya melihat ikon-ikon yang ada di peta hijau ini hampir atau lebih dari 60 persen wah oooohh yaa OOOO yaa yaaa…kaya tadi si mbak bilang ada tukang jamu segala rupa..banyak bgt yang saya gak tahu..jadi excited

Lewat Peta Hijau, warga Jakarta seolah diingatkan lagi betapa sedikitnya jumlah Ruang Terbuka Hijau di kampung mereka. Kalah dengan gedung tinggi serta asap kendaraan bermotor.

Audio: Suasana bising jalanan

Bagi Nirwono Joga, Koordinator Peta Hijau Jakarta, peta ini adalah alat untuk mengenal Jakarta lebih dekat. Ada gagasan lebih besar yang diusung peta ini, yaitu upaya untuk hidup dan bertingkah laku ramah lingkungan.

Audio: Sebenarnya dibalik pembuatan peta hijau ada satu kerangka besar, yaitu mengubah atau mendorong masyarakat untuk hidup hijau dalam kehidupan sehari-harinya..itu tujuan besar dari pembuatan peta hijau, jadi peta hijau sebagai ALAT untuk belajar untuk mengenal lingkungannya..dan kemudian mempraktekkan gaya hidup hijau secara riill yah dalam kehidupan sehari-hari

Karena itulah, Peta Hijau Jakarta memasukkan rute-rute bus TransJakarta, jalur Kereta Rel Listrik serta rute sepeda. Sebab, pengguna moda tranportasi tersebut dianggap telah melakoni gaya hidup hijau, dengan menghemat energi dan mengurangi emisi karbon.

Pengelola bus TransJakarta ikut senang dengan kehadiran Peta Hijau. Kepala BLU TransJakarta Daryati Rini akan segera menggunakan peta itu sebagai sarana edukasi, sekaligus mengajak lebih banyak lagi orang naik bus TransJakarta.

Audio: Ada sarana edukasi untuk mengenalkan ke masyarakat bagaimana sih..sebetulnya kota Jakarta ini, punya apa saja..yang tentunya khan tidak ada yang menggarap secara konprehensif..dan seperti kita punya program untuk anak-anak pun hanya sekedar naik busway, jadi seperti ada sesuatu yang miss yang disitu harus ditambahkan dengan adanya ini..tentunya..kita bisa kemas sama-sama untuk nanti anak-anak naik busway..sembari dikenalkan ada apa aja sih disekitar mereka

Audio: Suasana hutan Krida Loka Hutan Krida Loka adalah satu dari sedikit ruang terbuka hijau yang bertahan di tengah rimba beton Jakarta. Hutan ini terletak tak jauh dari jalan protokol Jakarta serta Gelora Bung Karno. Ini adalah bagian dari 9.6 persen wilayah Jakarta yang masih hijau. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan angka yang diwajibkan dalam Undang-Undang tentang Penataan Ruang, yakni sepertiga wilayah kota.

Pada 1999 luas RTH di Jakarta hanya 9 persen. Satu dekade berlalu, luas RTH hanya bertambah 0.6 persen dari total 65 ribu hektar luas Jakarta. Minimnya lahan hijau di ibukota terjadi karena Pemerintah Provinsi Jakarta tak konsisten merancang tata kota, kata Ning Hadi Purnomo, ahli tata kota. Hutan bakau Jakarta terus dibabat, padahal sabuk hijau itu bisa melindungi Jakarta dari banjir.

Audio: Ancol atau muara kamal, dadap dan seterusnya sampe muara gembong..saya pernah lho naik perahu dari sana dari barat ke timur sangking kepingin tahu mangrove ada berapa, karena mangrove itu dia penyaring segala macam dari laut dan darat..dia ditengah-tengah sebagai buffer atau penyaring gitu yahh..itu sudah adanya di dadap sedikit , di muara gembong udah hilang..padahal tahun 82 saya naik perahu klotok itu..itu monyet saya masih temui dimuara gembong..nah itu yang saya khawatirkan itu sekarang diminati orang ditepi-tepi laut direklamasi segala macam secara sendiri maupun perusahaan itu mbak..menurut saya dugaaan saya yang dipake orang untuk terbangun

Sebetulnya Pemerintah Provinsi Jakarta pasang target pada 2010 ada 13,94 persen Ruang Terbuka Hijau di ibukota. Angka ini tetap masih jauh jika dibandingkan kewajiban RTH sesuai Undang-Undang Penataan Ruang 2007, tapi ya boleh lah. Sayangnya, untuk mencapai angka itu teramat sulit, kata Kepala Dinas Pertamanan Jakarta Ery Basworo. Kendalanya adalah pembebasan lahan dan dana.

Audio: Yaa sampe saat ini sudah tercapai 9,6 persen yaah hampir 10 persen yaaah memang ditargetkan sesuai perda 6 tahun 1999 yaitu rencana tata ruang wilayah itu mencapai hampir 14 persen yah..yakni 13, 94 persen..jadi itu target begitu..tapi berbeda dengan provinsi-provinsi DKI Jakarta sudah terbentuk yaa sudah terbentuk..dan memang sulit sekali untuk pembebasan tanah di DKI Jakarta

Ketua Komisi D DPRD Jakarta Sayogo Hendro Subroto menjamin tak ada lagi ruang terbuka hijau yang berubah jadi wilayah komersil. Tapi ia setuju, tak ada penambahan luas Ruang Terbuka Hijau yang signifikan dari tahun ke tahun.

Audio: Menurun gak mungkin yaa…menurun ga mungkin yaa..karena setahu saya klo peruntukan hijau itu gak boleh dibangun..klo menurun gak yaa..tapi penambahannya tidak akan signifikan setiap tahun karena mahalnya harga tanah jadi anggaran kita sangat terbatas..kemudian klo sudah dianggarkan sering terjadi adanya status tanah yang tidak beres..ada sengketa..kepemilikan ganda lah yaa..

Gubernur Jakarta, yang mengaku ahlinya Ibukota, Fauzi Bowo, juga menggarisbawahi besarnya kendala untuk menambah Ruang Terbuka Hijau. Pernyataan ini dikeluarkan pada November tahun lalu, setahun setelah dia dilantik menjadi Gubernur Jakarta.

Audio: Buat kota Jakarta ini suatu tantangan yang besar, karena setiap jengkal tanah di Ibu Kota Jakarta ini boleh dibilang gak ada yang kosong..yaa..klo kita ingin menambah ruang terbuka hijau di Ibu Kota Jakarta ini satu persen saja berarti kita harus menambah 650 H..650 H itu gak kecil..650H itu kurang lebih 6 kali Monas, bayangin cari ruangan 6 kali monas di Jakarta., buat dibebasin gitu aja mana mungkin..itu dilaksanakan..tapi kita tetap akan upayakan setiap bidang tanah yang cocok dan bisa mampu kita beli untuk kepentingan hijau akan kita lakukan

Audio: Suasana hutan Krida Loka Audio: Suasana memandu belajar pakai peta hijau

Di Hutan Krida Loka, Jakarta, harapan disemai. Di hutan kota seluas 5 hektar ini, rombongan tur Peta Hijau Jakarta memulai perjalanan ke titik-titik hijau yang masih bisa dinikmati di ibukota. Kalau pun mimpi penambahan Ruang Terbuka Hijau belum bisa terwujud, titik-titik hijau yang sudah ada harus dikenali lebih dalam. Mungkin Anda tak tahu bahwa di Pramuka Sari, Jakarta Timur, ada sebuah gang kecil yang mewajibkan masyarakatnya menanam bunga di pot. Mungkin Anda tak tahu kalau di Kelurahan Kedoya Utara, Jakarta Barat ada Kampung Hijau Kedoya Gg Bhineka, dimana warga melakukan kerajinan dari sampah, pengolahan kompos dan memproduksi jamu tradisional.

Peta Hijau adalah alat untuk mengenal masyarakat dan kota, seperti kata Nirwono Joga, Koordinator Peta Hijau Jakarta. Selamat menikmati Jakarta dengan Peta Hijau!

Audio: Suasana memandu belajar pakai peta hijau


[Dede Riani | KBR68H]


foto: www.kompas.com

1 comment:

  1. bagus juga artikelnya, jadi tau area - area hijau di jakarta . kalo ga gini mana tau.terus lanjutkan de menulis artikel - artikel tentang penghijauan di jakarta. ( ucup )
    mampir ke blog ane ucup-icip.blogspot.com

    ReplyDelete