Thursday, March 26, 2009

Pulau Kabaena Tergerus Nikel

Pulau Kabena kini tak lagi cantik. Pulau yang terletak di Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara ini kini wajahnya bopeng akibat penambangan nikel. Padahal penambangan nikel ini terbukti mencemari air dan mengganggu pekerjan warga sebagai petani rumput laut maupun nelayan. Kontributor KBR68H Kiki Andipati menyaksikan bagaimana Bukit Bumbutuweleh kini gundul akibat penambangan nikel.



Audio: Suasana ombak

Namanya Kabaena. Pulau ini luasnya lebih dari 80 ribu hektar, dengan penduduk sekitar 23 ribu jiwa. Kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan.

Audio: Suasana di kapal menuju Pulau Kabaena

Setiap hari kapal rakyat dan kapal cepat mengangkut penumpang dan barang dari Kota Bau-Bau dan Kendari, Sulawesi Tenggara menuju Kasipute, ibu kota Kabupaten Bombana, terus menuju pelabuhan di desa Dongkala dan Sikeli.

Audio: Suasana hutan Kabaena

Pulau kecil ini bisa dengan mudah dijangkau dari banyak rute perjalanan. Dari arah mana pun kita mendarat, terlihat pegunungan. Itu sebabnya, pulau di Kabupaten Bombana itu potensial dikembangkan menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Audio: Suasana traktor menumbangkan pohon

Bukit Bumbutuweleh berjarak 800 meter dari pemukiman warga. Bila berada di atasnya, kita bisa melihat permukiman dengan jelas. Sejelas melihat lahan gundul di sekitar bukit tersebut. Hampir setiap hari, truk-truk pengangkut tanah mengandung bahan nikel keluar dari lokasi hutan gundul di ketinggian sekitar 250 meter dari permukaan laut itu.

Pulau Kabaena mempunyai cadangan nikel 2,3 juta ton, kata Manager Produksi PT. Billy Indonesia, Slamet Mudjiono, salah satu perusahaan yang mulai mengeruk nikel di sana.

Audio: Kadar nikelnya rendah.... Data eksplorasinya hanya 1.42 persen, dibanding Pomalaa..tinggi. Tapi Pomalaa sudah hampir habis, karena mungkin 30 tahun yang lalu sudah lama di ekploitasi. Di sini paling 3 atau 4 tergantung permintaan pasar. Bukan PT Billy yang menentukan.


Target penambangan PT Billy Indonesia dalam empat tahun pertama, produksinya meningkat rata-rata 100 ribu ton per tahun.

Audio: Suasana traktor menumbangkan pohon

Meski bukan investor pertama yang melirik potensi nikel di Kabaena, PT Billy lah yang pertama kali mengeruk tanah di sana. Perusahaan tambang asal Jakarta ini menguasai hampir 200 hektar lahan yang berada di kawasan bukit Bumbutuweleh.

Selain PT. Billy, ada 19 perusahaan yang telah mengantongi ijin kuasa pertambangan di Pulau Kabaena. Salah satunya perusahaan tambang nikel terbesar dunia PT Inco. Perusahaan ini menguasai ribuan hektar lahan di Kabaena.

Audio: Suasana hilir mudik truk

Perusakan Pulau Kabaena mulai terjadi sejak eksploitasi dimulai 2007
lalu. Tak lama setelah PT Billy mulai menggali material tambang, sumber-sumber air minum warga tercemar.

La Amin, seorang warga sekitar lokasi tambang menuturkan ...

Audio: Longsor dan banjir. Airnya bagaimana pak, merah kalo hujan kali ini merah.air minum hari-harinya..air minum itu masih pengaruh pakai sumur, tapi kalo hujan merah juga.

Sebelum perusahaan tambang menjarah bumi Pulau Kabaena, warga mengambil air minum langsung dari sungai Lambale. Kini, mesti menggali sumur.

Tak cuma itu. Warga juga gelisah karena perusahaan tambang itu juga mengambil lahan kebun jambu mete. Ganti rugi lahan dari perusahaan terlampau kecil. Warga sudah protes, tapi yang didapat hanya abai.


Audio: Jambu dihargai seratus ribu satu pohon,lahan kosong seribu satu meter. Sedangkan roti seribu satu biji, mau di belikan apa masyarakat. Bahkan setiap hari banyak ji yang duduk di pos-pos begini. Bagaimana mau ngelamar disana tidak ada jatah.

Audio: Ya kita ini tidak tau, kalo memang sudah pernah datang sosialisasi baru masyarakat bisa menilai kira-kira dampaknya untuk kesejahteraan masyarakat itu membuat lebih bagus dari yang sekarang kalo kita timbang-timbang yang punya lahan ya..saya rasa mungkin kita pikirkan lagi.

Audio: Masyarakat banyak yang menolak tetapi PT Billy masih bisa masuk jawabanya adalah, pada saat PT Billy masuk disini itu tidak ada sosialisasi pada masyarakat.ah pertanyaan kemudian adakah tim amdal, sementara menurut aturan tim amdal harus memberi sosialisasi pada masyarakat.

Perusahaan tetap mengeksploitasi lahan karena sebagian warga ada yang sudah menerima ganti rugi. Kata perusahaan, pemerintah desa sudah setuju.

Audio: Suasana sungai menuju bukit PT Billy

Hampir setiap hari Poska
mling warga Desa Lambale dipenuhi warga, kebanyakan laki-laki. Mereka hanya duduk-duduk di sana. Tak bisa bekerja. Tanah kebun masih jadi sengketa, sementara melaut pun sulit. Limbah dari pertambangan PT Billy telah mencemari pantai mereka.

Aleng Petani rumput laut di desa Lambale.

Audio: Kehidupan kita ini kan agar, sebenarnya kerusakan agar itu cuman satu bulan.tetapi sekarang ini sudah berapa ini. Karena ini kendala dari nikel,tanah itu bukan solar bukan oli. Tapi nikel, termasuk air merah samapi didekatnya toli-toli.Merah semua itu air.. begini kan masih tahun ini...sudah berapa bulan masuk itu nikel, kita lihat kondisi agar memang kurang subur, sudah hancur seperti kemarin itu eh..eh.

Banyak warga yang beranggapan pemerintah daerahnya lebih memihak perusahaan ketimbang rakyatnya sendiri. Selain sosialisasi, dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR tak sampai merata ke tangan warga yang terkena dampak pencemaran PT Billy.

La Amin, salah satu warga mengeluh. Ia tak pernah mendapat sosialisasi apalagi dana dari pemerintah desa maupun perusahaan soal kehadiran PT Billy.

Audio: Itu makanya kita mau dasarnya dari pemerintah. Sebenarnya kan begini ini kita tunggu sosialisasi dari provinsi,kabupaten tidak ada. Jadi kita mau kemana? Mau mengeluh kemana? Sedangkan mengeluh kepada pemerintah setempat kecamatan..ini PT billy punya hak. Masyarakat selalu dipatok begitu.

Audio: Suasana hilir mudik truk Audio: Suasana traktor menumbangkan pohon

Pohon-pohon di Bukit Bumbutuweleh kini sudah tumbang, ditebangi dengan buldoser. Setelah pohon rata dengan tanah, bukit pun dikeruk dan pertambangan nikel dimulai.

Audio: Suasana traktor menumbangkan pohon

Nikel adalah logam yang ditemukan pertama kali pada 1751. Nikel banyak digunakan sebagai campuran logam lain. Kehadirannya begitu penting untuk menopang berbagai macam teknologi temuan manusia. Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Sulawesi Tenggara Burhanuddin mengatakan, belum ada logam lain yang bisa menggantikan peran nikel.

Audio: Membuat peralatan untuk keluar angkasa...jadi untuk sampai sekarang ini belum ada bahan pengganti untuk nikel. ya taruhlah untuk membuat stainless steel. Itu harus ada nikelnya. sendok yang kita pakai sekarang, pesawat yang kita pakai sekarang. Semua.Pokoknya dari perjalanan hidup manusia itu semua sampai sekarang menggunakan nikel,walaupun tidak semuanya tapi sebagai pencampuran semuanya masih digunakan.

Harga nikel terhitung menggiurkan. Pada 2007 mencapai harga tertinggi yaitu 54 ribu dollar Amerika Serikat per ton. Harga nikel sempat melonjak lebih dari 70 persen karena ada peningkatan permintaan dari Cina jelang Olimpiade 2008.

Juru bicara perusahaan tambang PT Inco Syamsuddin Badudu mengatakan, pasar internasional nikel terus tumbuh. Negara pengimpor nikel terbanyak diantaranya Cina dan jepang.

Audio: oh ya..permintaan memang tinggi,karena itu kebutuhan tinggi di Cina kan sangat-sangat tinggi saat itu. Sekarang sudah turun, kemudian yang kedua banyak pemain-pemain baru yang sudah masuk.jadi ada pabrik-pabrik baru ..bukan, di indonesia pabrik tidak bertambah, di luar negeri seperti di Goro Colorado dan Rusia kayaknya.

Karena permintaan yang besar inilah, Pemerintah Daerah Bombana membuka pintu bagi 20-an investor untuk mengeruk nikel dari Pulau Kabaena. Wakil Bupati Bombana Subhan Tambera punya cita-cita besar untuk pulau ini.

Audio: Di Kabaena ini saya akan jadikan semacam Kota Batam. Jadi di badan otorita tersendiri khusus pertambangan. saya prediksi dua puluh tahun kemudian dia sudah..ndak perlu kita bawa proyek-proyek yang anggaran APBD disana ndak perlu. Tinggal yang ingin berinvestasi disana tinggal kita nego. Saya mau fasilitas umumnya selesaikan ini, infrastrukturnya. Ndak perlu kita bangun jembatan, karena dengan sendirinya mereka akan bikin..iya kan?

Cita-cita pemerintah setempat, akan ada 4 investor lagi yang masuk ke Bombana untuk mengeruk nikel.

Audio: Suasana hilir mudik truk Audio: Suasana traktor menumbangkan pohon

DPRD sudah mengingatkan, supaya pemerintah tak terburu nafsu mengeruk kekayaan tanpa memikirkan kelestarian lingkungan. Wakil Ketua DPRD Bombana Ahmad Yani mengatakan, sejumlah aturan dilabrak demi memasukkan investor. Ini yang tidak betul.

Audio: Rencana umum tata ruang khusus pulau kabaena itu yang paling utama, baru kita masuk pada amdalnya. Karena sudah tahu semua pulau kabaena itu adalah tambang ya dibikin amdal secara keseluruhan, bukan nanti setelah ada Perusahaan baru masuk masuk amdalnya. Jadi nanti pemerintah daerah tinggal tunjukkan disini yang boleh diolah disini tidak boleh.

Salah satu investor yang menanamkan modal di Pulau Kabaena adalah PT Billy Indonesia. LSM lingkungan Sagori menduga, aksi perusahaan tambang ini merusak lingkungan setempat. Sederet aksi sudah dilakukan. Justru mahasiswa dan warga yang terlibat aksi masuk penjara. Sahrul dari LSM Sagori salah satunya.

Audio: Dari hasil studi yang kami lakukan beberapa titik di areal pertambangan itu berada di permukaan yang rendah, disamping itu kalo kemudian 19 perusahaan itu melakukan eksploitasi kan sekarang mereka mengambil tanah otomatis tanah-tanah di Kabaena akan berkurang atau habis. Jadi ya lambat laun tinggal nama Kabaena itu.

Bak kafilah, PT Billy tetap berlalu meski dihadang berbagai gonggongan aksi protes. Perusahaan asal Jakarta itu berlindung di balik izin yang sudah dikeluarkan Pemerintah setempat. Staf lingkungan dan kesehatan PT Billy, Budi Widiawan mengatakan, mereka sudah mengantongi rekomendasi hasil analisis dampak lingkungan atau Amdal.

Audio: Pendapat kita itu bahwa sedimentasi kita sudah tekan,kita minimalkan. Itu nanti akan kelihatan kita bangun cekdam, dipingir-pingir jalan kita bangun aliran-aliran air di parit kita tampung dulu sebelum dia turun ke saluran air. Jadi kita sudah minimalkan, jadi Amdal kita sudah disetujui, sudah mendapat rekomendasi kelayakan lingkungan.

Meski Amdal sudah dikantongi, tak berarti perusahaan tambang itu terbebas dari dampak lingkungan yang mereka sebabkan. Secara ekologis, Pulau Kabaena letaknya terpisah dari pulau induknya. Ini mengakibatkan hewan yang tinggal di Kabaena terisolasi dari habitat lainnya. Jika aktivitas tambang terus berlanjut, hidup hewan-hewan ini kian terancam dan rentan punah.

Selain itu, biota laut ikut terancam jika daratan di Kabaena terus dikeruk. Padahal, kata Dekan Fakultas Perikanan Universitas Haluoleo Kendari Aslan, potensi biota laut sangat tinggi dan bisa dikembangkan untuk budidaya perikanan.

Audio: Yang terjadi di Pulau Kabaena misalnya itu bisa diprediksi bahwa akan menggangu tiga ekosistem yang pertama bakau, karena eksploitasi terjadi daratan maka sedimen itu menuju ke bakau kemudian lamun setelah itu terumbu karang. Ke-eksistensi dari pada tiga ekosistem itu sangat di tentukan oleh seberapa banyak sedimentasi dari darat. Kalau misalnya ekspolitasi itu sangat banyak dan terjadi lebih dari keadaan alamnya maka itu akan menggangu eksistensi komunitas lain misalnya ikan.

Ancaman itu tampaknya akan segera terbukti. Saat ini ada 200 lebih Kuasa Pertambangan beredar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penerbitan Kuasa Pertambangan KP tak terkendali ini adalah salah satu dampak dari otonomi daerah. Meski begitu, Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengaku sudah membekukan 37 KP karena ada tumpang tindih perizinan.

Audio: Yang pasti sudah ditemukan di lapangan over life kepemilikan, jadi kadang-kadang satu wilayah koordinat itu dua sampai tiga ijin yang dimiliki oleh masing-masing pengusaha yang berbeda. Kemudian yang kedua kita juga menemukan ada KP yang diterbitkan tapi tidak di usahakan oleh pengusaha yang memperoleh KP itu, tapi justru didagangkan kembali kepada pihak lain.

Pemerintah Sulawesi Tenggara mengaku bakal menyelidiki kegiatan penambangan nikel di Pulau Kabaena. Tapi soal sanksi, tak disebut-sebut.

Ada satu hal yang perlu diingat Pemerintah Sulawesi Tenggara dalam memberikan izin pertambangan nikel. Dengan konsumsi nikel seperti sekarang, yaitu lebih dari 1 juta ton per tahun, diperkirakan cadangan nikel bakal habis dalam 90 tahun. Sementara kerusakan yang terlanjur terjadi, mungkin tak bisa diperbaiki.

Audio: Suasana hilir mudik truk Audio: Suasana traktor menumbangkan pohon


[Kiki Andipati | KBR68H]


foto: www.tekmira.esdm.go.id, www.anakia.files.wordpress.com

1 comment:

  1. Genial brief and this fill someone in on helped me alot in my college assignement. Say thank you you on your information.

    ReplyDelete